JAKARTA, TELISIK.ID - Satu dari tiga wanita paruh baya dan satu dari dua wanita lansia memiliki masalah kesehatan seksual. Masalah paling umum adalah disfungsi seksual. Penyebabnya bisa fisik, psikologis, bahkan hormonal.

Disfungsi seksual wanita adalah istilah umum untuk masalah terhambatnya kepuasan dari aktivitas seks. Ketika masalah ini menjadi berulang dan terus-menerus, kehidupan seks jadi terganggu dan menyebabkan kesulitan bagi perempuan itu dan pasangannya, bersumber dari alodokter.com.

Dokter spesialis kebidanan dan kandungan di India, Nimmi Mahajan, mengatakan, disfungsi seksual perempuan bentuknya bermacam-macam. Masalah yang paling sering adalah berkurangnya libido sehingga merasa kurang tertarik pada seks.

Selain itu, ketidakmampuan untuk terangsang secara fisik atau mempertahankan gairah selama aktivitas seksual. Perempuan paruh baya juga sering mengalami kesulitan mencapai klimaks seksual atau orgasme bahkan setelah rangsangan seksual yang cukup.

Masalah lain yang cukup sering ditemui adalah nyeri saat berhubungan seks, dispareunia dan vaginismus. Dispareunia dialami ketika perempuan mengalami rasa sakit yang luar biasa di area genital atau panggul selama hubungan seksual. Sementara, vaginismus terjadi ketika kejang otot vagina yang menyakitkan mencegah penetrasi.