12 Pemain di Lapangan, PSM Makassar Terancam Denda Rp 90 Juta dan Pengurangan Poin
Merdiyanto , telisik indonesia
Senin, 23 Desember 2024
0 dilihat
PSM Makassar terancam denda Rp 90 juta dan pengurangan poin atas kontroversi 12 pemain di lapangan. Foto: Repro Instagram Barito Putera
" Kemenangan dramatis PSM Makassar atas Barito Putera tercoreng oleh kontroversi. Tim Juku Eja terancam sanksi berat usai memainkan 12 pemain di lapangan pada menit-menit akhir pertandingan pada Liga 1 "

JAKARTA, TELISIK.ID - Kemenangan dramatis PSM Makassar atas Barito Putera tercoreng oleh kontroversi. Tim Juku Eja terancam sanksi berat usai memainkan 12 pemain di lapangan pada menit-menit akhir pertandingan pada Liga 1, Minggu (22/12/2024) sore.
Kemenangan tipis PSM dengan skor 3-2 harus dinodai oleh insiden yang memancing protes sengit dari Barito Putera, seperti dilansir dari Tribunnews, Senin (23/12/2024).
Pada menit ke-90+8, permasalahan timbul saat pelatih PSM, Bernardo Tavares, mengambil keputusan untuk mengganti Syahrul Lasinari dengan Fahrul Aditia.
Namun, dalam proses pergantian pemain tersebut, terjadi pelanggaran regulasi pertandingan ketika PSM sempat bermain dengan 12 pemain di lapangan.
Barito Putera tidak tinggal diam dan langsung melayangkan protes atas keputusan wasit dan ofisial pertandingan.
Pihak Barito Putera menilai insiden tersebut sebagai pelanggaran serius yang berpotensi mengubah hasil akhir pertandingan. Kendati PSM berhasil meraih kemenangan, kontroversi ini telah mencoreng reputasi pertandingan dan memicu ketegangan antar kedua tim.
Baca Juga: Kalah dari Filipina di Piala AFF 2024, Ranking FIFA Timnas Indonesia Turun Drastis
Pihak Barito Putera secara resmi mengajukan permohonan untuk dilakukannya investigasi mendalam guna memastikan terjaganya prinsip keadilan dalam kompetisi.
Sementara itu, masyarakat pencinta sepak bola Tanah Air terus mengikuti perkembangan kasus ini, mengingat pentingnya menjaga integritas kompetisi.
Potensi sanksi sesuai kode disiplin PSSI
Berdasarkan ketentuan Pasal 56 Kode Disiplin PSSI, klub PSM Makassar menghadapi potensi sanksi akibat pelanggaran yang dilakukan, seperti dikutip dari pikiranrakyak.com, Senin (23/12/2024). Berikut isi pasal tersebut:
1. "Pemain pengganti yang dimainkan oleh suatu tim dengan melebihi ketentuan atau dengan melanggar ketentuan dengan jumlah pergantian pemain yang berlaku."
2. "Apabila seorang pemain yang tidak sah sebagaimana dalam ayat 1 bermain di pertandingan resmi, maka timnya akan dijatuhi sanksi dinyatakan kalah dengan pemotongan poin (forfeit) pada pertandingan tersebut sesuai dengan Pasal 28 Kode Disiplin PSSI ini dan denda minimal Rp 90 juta."
Jika terbukti bersalah, PSM Makassar berpotensi mengalami kekalahan teknis dalam pertandingan tersebut dan diwajibkan membayar denda sebesar Rp 90 juta.
Klarifikasi PSM Makassar
PSM Makassar telah mengeluarkan pernyataan atas tudingan yang menyebutkan bahwa tim telah melakukan pelanggaran dengan memainkan 12 pemain dalam pertandingan melawan Barito Putera.
PSM Makassar secara tidak langsung mengakui kesalahan dalam insiden tersebut melalui pernyataan resmi di Instagram.
PSM Makassar menjelaskan bahwa insiden yang terjadi sepenuhnya berada di bawah kendali dan tanggung jawab perangkat pertandingan, terutama wasit utama dan wasit cadangan.
PSM Makassar melakukan pergantian tiga pemain secara bersamaan pada menit ke-90+7. Demi memanfaatkan seluruh slot pergantian yang tersedia.
Proses pergantian pemain diawali dengan penyerahan formulir resmi kepada wasit cadangan, yang kemudian melakukan pengecekan terhadap kelayakan ketiga pemain yang akan diturunkan ke lapangan.
“Setelah formulir pergantian pemain diserahkan, wasit cadangan kemudian mengecek keabsahan tiga pemain tersebut dan dinyatakan sah untuk bermain,” demikian pernyataan resmi PSM.
Baca Juga: Timnas Indonesia Digagalkan Filipina ke Semifinal Piala AFF 2024
Setelah dinyatakan sah, perangkat pertandingan, khususnya wasit, bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan pergantian pemain.
PSM menegaskan bahwa mereka telah mengikuti arahan wasit cadangan, namun masalah muncul saat pemain yang digantikan tidak keluar lapangan sesuai instruksi wasit utama.
“Pada keadaan tersebut, wasit utama menetapkan play on sehingga pemain tidak dapat dan tidak diminta untuk meninggalkan lapangan,” lanjut PSM dalam klarifikasinya.
Pihak Barito Putera mengajukan protes resmi terkait insiden yang terjadi, di mana mereka merasa dirugikan karena harus bertanding melawan 12 pemain PSM pada menit-menit krusial pertandingan.
PSM menekankan bahwa kesalahan dalam insiden ini terletak pada pengelolaan perangkat pertandingan, bukan pada tindakan klub.
Hingga saat ini, PSSI dan operator Liga 1 belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait langkah-langkah yang akan diambil untuk menyelesaikan kontroversi yang timbul akibat insiden tersebut. (C)
Penulis: Merdiyanto
Editor: Mustaqim
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS