KENDARI, TELISIK.ID - Banyak pasutri beranggapan menonton film dewasa bisa jadi sumber referensi gaya seks yang bergairah. Nyatanya, seksolog tak menyarankan hal ini dan justru dianggap berbahaya.
Dilansir dari Herstory.co.id, seksolog dr. Haekal Anshari menegaskan, film bokep bukan media yang tepat mencari inspirasi posisi seks dan teknik membuat pasangan orgasme. Ini karena film bokep bisa membuat penontonnya kecanduan, karena pasangan bisa puas meski tak dirangsang secara fisik oleh pasangannya.
"Film biru bukan media yang dapat dijadikan referensi untuk belajar teknik dan posisi berhubungan seksual. Karena sekali menonton film biru dan mendapatkan kenikmatan bahkan kepuasan darinya, maka akan muncul keinginan untuk terus mengulang," ujar dr. Haekal melalui konten edukasi di Instagram pribadinya, dikutip dari sindikasi konten suara.com.
Dikutip dari Suara.com-jaringan Telisik.id, alih-alih dapat inspirasi posisi seks, film bokep hanya menyebabkan seseorang insekyur atau insecure yaitu perasaan ragu, cemas dan kurang percaya diri yang dapat menganggu kehidupan sehari-hari.
Hasilnya pasangan atau diri sendiri malah punya pikiran buruk pada diri sendiri. Kondisi ini terjadi karena film bokep memicu harapan dan ekspektasi berlebihan dan tidak realistis serta gangguan fungsi otak, perilaku dan sebagainya.
