JAKARTA, TELISIK.ID - Dandanan mentereng, rumah dan mobil mewah agaknya sudah menjadi gaya hidup para pejabat di masa kini.
Masyarakat pun kembali merindukan figur-figur pemimpin yang sederhana dan pantas untuk dijadikan teladan.
Suatu hari, di tahun 1950, Wakil Presiden RI, Muhammad Hatta pulang ke rumahnya. Begitu menginjakkan kaki di rumah, ia langsung ditanya sang istri, Ny Rahmi Rachim, tentang kebijakan pemotongan nilai mata ORI (Oeang Republik Indonesia) dari 100 menjadi 1.
Pantas saja hal itu ditanyakan, sebab, Ny Rahmi tidak bisa membeli mesin jahit yang diidam-idamkannya akibat pengurangan nilai mata uang itu.
Padahal, ia sudah cukup lama menabung untuk membeli mesin jahit baru. Tapi, apa kata Bung Hatta?
