Oleh: Drs. Jayanto Arus Adi, M.M

Pemimpin Umum RMOL Jateng, Direktur JMSI Institute, Ketua Bidang IT PP JMSI, Ahli Pers Dewan Pers, Konsultan Media dan Komunikasi, dan Mahasiswa Program Doktoral Manajemen Kependidikan Universitas Negeri Semarang

ERA disrupsi menghadirkan peluang baru yang sebelumnya nyaris tertutup. Dunia siber adalah keniscayaan yang tidak bisa ditolak. Sandyakala media cetak yang riweh, berbiaya tinggi dan lamban sehingga tak kompetitif mampu digajul.

Betapa tidak media online hadir dengan speed tinggi, fleksibel, dan mampu menerabas ruang dan waktu. Dia bahkan hadir hanya meninggalkan platform cetak, lantaran melalui teknologi streaming, media online sangat didgaya radio juga televisi dirangkum sekaligus.

Karena kedigdayaanya itu tak heran, media online menjadi jagal maut media konvensional, bukan hanya media cetak, televisi dan radio pun tak luput dibuat kelimpungan. Kisah ini seperti keajaiban yang dicapai Cina, Negeri Tirai Bambu itu membuat langkah ‘skakmat’, seperti bidak catur, Eropa dan Amerika tak luput dihajarnya. Singkat cerita dunia dikepung media online. Momentum digital telah menjadikan dunia benar benar berubah.