MUNA, TELISIK.ID - Kondisi keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna seret. Hal tersebut membuat organisasi perangkat daerah (OPD) lesu. Pasalnya, tak ada program yang berjalan.
La Mahi, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Muna menerangkan, penyebab belum jalannya program-program di OPD lantaran dana transfer dari pemerintah pusat sebesar kurang lebih Rp 200 miliar tertahan.
Baca Juga: Ini Dugaan Sementara Penyebab Kebakaran SPBU di Ruteng NTT
"Tertahan karena keterlambatan penetapan APBD 2021 dan belun selesainya refocusing," kata Mahi, Selasa (11/5/2021).
Masalah lain yang dihadapi saat ini adalah persoalan refocusing anggaran. Masih terjadi tarik ulur terkait anggaran yang akan dipangkas. Entah itu anggaran rutin atau kegiatan pembangunan.
