MUNA BARAT, TELISIK.ID - Dugaan pungutan liar (pungli) di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Muna Barat mulai mencuat. Korbannya adalah para guru yang dimintai sejumlah uang dengan berbagai modus.
Salah seorang guru di Muna Barat yang minta identitasnya disembunyikan mengungkapkan, pungli di Dikbud sangat banyak. Contohnya, gaji dipotong Rp 10 ribu per orang. Kemudian, untuk mengambil beras dari Bulog yang dikumpul di Dikbud, mereka harus membayar Rp 3.000 dengan alasan uang keamanan.
"Baru-baru ini THR, di setiap sekolah dipotong Rp 30 ribu per orang," ungkap guru itu, Sabtu (4/6/2022).
Selama ini, mereka sudah sangat resah dengan berbagai pungutan itu. Ibarat bank, mereka dijadikan sebagai mesin anjungan tunai mandiri (ATM).
"Memang jumlah pungutannya kecil, tapi itu sangat berharga buat kami," ujarnya.
