DI BAWAH terik matahari yang membakar, seorang wanita tua dengan wajah penuh keringat, berjalan perlahan menyusuri jalan-jalan Kota Kendari.
Es dawet, minuman segar yang khas, tergantung di tangan kanannya, tertutup rapat dalam ember kecil yang disangkutkan di sisi gerobaknya.
Jemari tangannya yang sudah mulai keriput tampak lincah, meskipun tubuhnya mulai lelah seiring bertambahnya usia.
Wanita itu sudah biasa dengan panas terik yang kadang membuat tubuhnya merasa terbakar, namun semangatnya tetap berkobar.

