JAKARTA, TELISIK.ID - Mutasi virus COVID-19 masih terus terjadi meskipun status pandemi telah lama dicabut. Terbaru, para ilmuwan memperingatkan tentang varian baru COVID-19, XEC, yang diklaim lebih cepat menular dan menyebar.
Varian ini bahkan diprediksi bakal menjadi varian dominan dalam beberapa bulan ke depan. Banyak negara, termasuk Inggris, Amerika Serikat, dan Denmark, sudah mulai melaporkan peningkatan jumlah kasus baru akibat varian ini.
Namun, yang paling dikhawatirkan adalah gejala-gejala yang mirip dengan flu biasa, yang mungkin membuat banyak orang tidak menyadari bahwa mereka terinfeksi.
COVID-19 varian XEC pertama kali diidentifikasi di Jerman pada Juni 2024. Sejak saat itu, varian ini telah menyebar ke berbagai negara, termasuk Inggris, Amerika Serikat (AS), dan Denmark. Para ilmuwan khawatir bahwa varian ini akan terus menyebar dengan cepat dan memicu gelombang baru infeksi COVID-19.
Meskipun dunia sudah keluar dari masa-masa terburuk pandemi, varian ini mengingatkan kita bahwa COVID-19 masih menjadi ancaman global.
