JAKARTA, TELISIK.ID - Menyusuri Jakarta tentu tidak lengkap jika tidak singgah di kawasan Kota Tua. Kawasan yang kini masuk ke dalam wilayah administrasi Jakarta Barat dan Jakarta Utara ini, dulunya dijadikan sebagai pusat Kota Jakarta. Kota Tua lebih dikenal sebagai kawasan wisata yang menampilkan bangunan-bangunan bersejarah arsitektur Eropa peninggalan kolonial Belanda dan juga arsitektur Cina.
Bangunan-bangunan tua itu sebagai simbol perjalanan sejarah Kota Jakarta.
Dalam catatan sejarah, lokasi Kota Tua yang strategis tersebut akhirnya menjadikan kudeta wilayah. Mulai dari Kerajaan Pajajaran, Kerajaan Tarumanegara, Kesultanan Banten, VOC, hingga Jepang dulu turut memperebutkannya.
Kota Tua Jakarta diketahui pula dengan sebutan lamanya yaitu “Oud Batavia” atau Batavia Lama. Wilayah Kota Tua dulunya sempat disebut sebagai “Permata Asia” serta “Ratu Dari Timur’’ karena merupakan sentra perdagangan yang sangat strategis di Asia. Wajar saja, banyak pemimpin ketika itu yang tak rela melepaskan kekuasaannya di wilayah ini.
Sebagai sentra bisnis yang sangat terkenal, Kota Tua terutama di wilayah administrasi Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, terus berkembang hingga menarik minat banyak orang untuk berdatangan mencari nafkah. Tidak hanya yang halal, yang haram pun ada. Mulai bisnis yang legal hingga yang ilegal.
