KENDARI, TELISIK.ID - Musibah yang terjadi di dunia ini, menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia.
Berbagai musibah yang sering terjadi di Indonesia akhir-akhr ini, seperti gempa bumi dan banjir misalnya, benar-benar telah melahirkan berbagai hal yang dibenci, seperti robohnya rumah, kematian anggota keluarga, rusaknya perabotan, dan sebagainya.
Para ulama mendefinisikan musibah sebagai “segala sesuatu yang dibenci yang terjadi pada manusia” (kullu makruuhin yahullu bi al-insan) (Ibrahim Anis dkk, Al-Mu’jam al-Wasith, hlm. 527).
Lantas, bagaimana tuntunan Islam dalam menyikapi musibah yang menimpa dalam kehidupan kita?
Menurut ahli fiqih, KH. M. Shiddiq Al-Jawi yang dikutip dari fissilmi-kaffah.com, bagi shahibul musibah (muslim yang terkena musibah) Islam memberikan pedoman sikap antara lain sebagai berikut :
