JAKARTA, TELISIK.ID - Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie mengatakan, pemilihan kepala daerah di tengah pandemi COVID-19 yang dilaksanakan secara serentak di beberapa daerah di Indonesia, berpotensi timbulnya klaster baru COVID-19.
Begitu pula, ketidakpatuhan dalam menerapkan protokol kesehatan diabaikan saat pasangan calon kepala daerah melakukan deklarasi dan mendaftar ke KPU maupun di saat berkampanye, sehingga menjadi magnet timbulnya kerumunan massa cukup banyak.
"Hal inilah yang berdampak terjadinya klaster-klaster baru coronavirus. Apalagi Kasus positif COVID-19 di Indonesia tercatat sampai di bulan September menembus angka 200 ribu kasus," kata Jerry kepada Telisik.id di Jakarta, Rabu (9/9/2020).
Lanjut kata dia, seharusnya kita berkaca seperti di Amerika. Pemilu di masa pandemi COVID-19 mereka lebih memilih menggunakan jasa pos, sehingga dapat meminimalisir penyebaran virus corona.
Namun demikian, diakuinya, KPU maupun pemerintah sudah membuat aturan Pilkada di masa pandemi COVID-19, namun tak bisa dipungkiri magnet massa para pendukung tak bisa dihindari. Jika demikian, seharusnya pemerintah membuat PKPU berikut dengan sanksi yang tegas.
