JAKARTA, TELISIK.ID – Di tengah pandemi COVID-19, kasus demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia dilaporkan meningkat, sehingga warga disarankan melakukan upaya pencegahan.
Hingga kini, jumlah kasus DBD berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan mencapai lebih dari 700 ribu kasus.
Gugus Tugas Nasional meminta masyarakat waspada terhadap ancaman DBD di saat masih melawan COVID-19. Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional dokter Reisa Broto Asmoro mengatakan, DBD adalah salah satu tantangan terberat Pemerintah Indonesia, beban kesehatan masyarakat yang juga mengancam kesehatan. Kasus DBD yang tersebar di 465 wilayah administrasi di tingkat kabupaten dan kota mengakibatkan jumlah kematian hampir 500 jiwa.
“Di tengah pandemi COVID-19, kita juga harus menekan angka DBD. Kita harus tetap bergerak, memantau nyamuk baik secara mandiri, bersama-sama, maupun bekerja sama dengan pemerintah,” ujar dokter Reisa dalam keterangan persnya diterima Telisik.id di Jakarta, Sabtu (4/7/2020).
Ia meminta warga untuk menjaga kebersihan lingkungan secara rutin satu bulan sekali. “Sekarang kita mulai produktif kembali, maka, mari perhatikan saluran air, tempat nyamuk bertelur, dan tempat-tempat dengan reservoir air,” ujarnya.
