KENDARI,TELISIK.ID - Indonesia kembali digegerkan aksi teror bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar pada Minggu (28/3/2021) pagi.
Kali ini kita akan mengulas apa yang mendorong pelaku sampai mau melakukan aksi bom bunuh diri?
Jawaban untuk ini pada dasarnya berada di area abu-abu. Namun, sejumlah kajian ilmiah dan pendapat para ahli memastikan dua hal: penyimpangan perilaku dan kecacatan psikologis.
Dilansir Beritatagar.id, asal muasal bom bunuh diri bermula pada tahun 1981. Kala itu bocah lelaki 13 tahun bernama Hossein Fahmideh mengukir sejarah dengan menggenggam granat dan melemparkan dirinya ke bawah sebuah tank semasa perang Iran-Irak.
Kematiannya menjadikan bom bunuh diri sebagai metode paling populer untuk membumihanguskan musuh. Ia pun menginspirasi ribuan pemuda Iran melakukan hal serupa dengan mengatasnamakan jihad.
