YOGYAKARTA, TELISIK.ID - Di kalangan umat Islam, khususnya aktivis Muhammadiyah tidak asing lagi dengan nama Ki Bagus Hadikusumo. Ia adalah tokoh Pengurus Besar Muhammadiyah, yang telah memimpin selama 11 tahun sejak 1942 sampai 1953.

Dilansir dari muhammadiyah.or.id, pahlawan perintis Kemerdekaan Nasional Indonesia ini dilahirkan di kampung Kauman Yogyakarta pada 11 Rabi’ul Akhir 1038 Hijriyah.

Ki Bagus terlahir dengan nama R. Hidayat, putra ketiga dari Raden Haji Lurah Hasyim, seorang abdi dalem putihan agama Islam di Kraton Yogyakarta. 

Seperti umumnya keluarga santri, Ki Bagus mulai memperoleh pendidikan agama dari orang tuanya dan beberapa Kiai di Kauman. Setelah tamat dari ‘Sekolah Ongko Loro’ (tiga tahun tingkat sekolah dasar), Ki Bagus belajar di Pesantren Wonokromo, Yogyakarta. Di Pesantren ini, ia banyak mengkaji kitab-kitab fiqh dan tasawuf.

Dalam usia 20 tahun, Ki Bagus menikah dengan Siti Fatmah (putri Raden Haji Suhud) dan memperoleh enam anak. Salah seorang di antaranya ialah Djarnawi Hadikusumo, yang kemudian menjadi tokoh Muhammadiyah dan pernah menjadi orang nomor satu di Parmusi.