KENDARI, TELISIK.ID - Wa Oma biasa orang memanggilnya. Ibu penjual bensin eceran ini adalah tulang punggung keluarga sejak suaminya sakit-sakitan dan tak bisa lagi mencari nafkah.
Hari-harinya dihabiskan untuk menjajakan bensin di pinggir Jalan AH. Nasution Anduonuhu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, yang tak jauh dari rumahnya.
Perempuan berusia 53 tahun ini tidak pernah sedikitpun mengeluh dan menyerah. Wajahnya selalu dihiasi senyuman, meski kadang lelah sering menderanya.
Sudah menjelang tiga tahun lamanya ia menjual bensin, Sebab suaminya telah renta dan sakit-sakitan, sehingga tanggung jawab mencari nafkah pun beralih kepadanya.
"Bapak di rumah sudah tua mi kasian terus sakit-sakitan juga, siapa lagi yang mau cari uang, terpaksa saya yang jadi tulang punggung keluarga," tuturnya.
