JAKARTA, TELISIK.ID - Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno mengakui, kasus gagal bayar yang menimpa PT Asuransi Jiwasraya (Persero) kini mulai menemui titik terang.
“Dalam hal Jiwasraya, langkah-langkah yang dilakukan, sekarang sudah menimbulkan titik terang karena Menteri Negara BUMN sudah mengusulkan penyertaan modal negara Rp 20 Triliun untuk APBN 2021. Rapatnya akan kita lakukan di Komisi XI awal September nanti," kata Hendrawan, Kamis (20/8/2020).
Sebagaimana diketahui, pemerintah mengalokasikan penyertaan modal kepada perusahaan pelat merah pada 2021 sebesar Rp 37,4 Triliun. Sebagian dana tersebut disuntikkan kepada PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero), yang merupakan induk holding asuransi dan penjaminan.
Salah satu anak usaha Bahana (BPUI) adalah Nusantara Life, perusahaan penampung aset klaim jatuh tempo PT Asuransi Jiwasraya (Persero). Penyertaan dana untuk Bahana sendiri mencapai Rp 20 Triliun.
Kasus gagal bayar yang membelit Jiwasraya ini sebenarnya sudah mulai muncul sejak tahun 2018 karena masalah seretnya liquiditas atau krisis keuangan Jiwasraya.
