KENDARI, TELISIK.ID – Stunting menjadi salah satu masalah bagi hampir setiap negara, termasuk Indonesia. Karena stunting dapat memberikan dampak bagi perkembangan sumber daya manusia di masa mendatang.
Untuk menanggulangi masalah stunting ini, berbagai upaya sudah dilakukan. Salah satunya yang dilakukan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah tindakan preventif alias pencegahan, yakni pemenuhan gizi anak sejak dini.
Kepala BKKBN pusat, Hasto Wardoyo mengatakan, masalah yang dihadapi saat ini adalah stunting, yaitu kondisi di mana kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan nutrisi dalam waktu yang cukup lama, sehingga menyebabkan gangguan pertumbuhan.
Olehnya itu, kata dia, pencegahan stunting secara maksimal dapat dilakukan di 1.000 hari pertama kehidupan anak atau bayi. Pada masa ini dimulai dari awal kehamilan hingga dua tahun setelah lahir, sangat penting untuk memenuhi kebutuhan dasar agar tumbuh kembang optimal.
“Dengan pencegahan stunting ini, generasi muda nantinya dapat melahirkan bayi yang sehat sehingga bonus demografi di tahun 2035 mempunyai potensi yang besar bagi kemajuan bangsa Indonesia,” katanya.
