BAUBAU, TELISIK.ID - Masyarakat Pulau Makasar, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, menyelenggarakan ritual adat Tuturangi Andala, yang merupakan rangkaian dari festival perairan yang sudah vakum selama lebih dari satu dekade. Mereka berharap festival tersebut kembali dihidupkan.
Perwakilan pemuda Pulau Makasar warga Kelurahan Sukanaeyo, Kecamatan Kokalukuna, Latif, adalah yang menginisiasi kegiatan ritual adat Tuturangi Andala.
Latif menceritakan, Festival Perairan Pulau Makasar sebelumnya rutin digelar setiap tahun. Terakhir kali diselenggarakan pada awal masa pemerintahan A.S Tamrin, Wali Kota Baubau yang kedua pada tahun 2013.
Baca Juga: Astindo Sultra Datangkan 80 Wisatawan ke Festival Labengki, Dampak Ekonomi Tembus Rp 241 Juta
Setelah itu, Festival Perairan Pulau Makasar vakum hingga lebih dari satu dekade. Latif mengutarakan alasan diadakan ritual Tuturangi Andala sebab merupakan salah satu rangkaian kegiatan event tahunan tersebut.
