Oleh: Suryadi

Pemerhati Budaya & Kepolisian

SEJARAH tidak hanya bicara masa lalu, tetapi juga tentang waktu. Pada waktu tersebut tercatat kejadian-kejadian dan pengalaman-pengalaman mahal yang pantas dipetik. Dengan sejarah diharapkan orang menjadi bijaksana.

(lihat Prof. Kuntowijoyo, Yogyakarta, 1995: 14)

Pemaknaannya, bahwa perbuatan seseorang selain berdampak pada si pelaku sendiri, juga mungkin akan sangat terkait erat dengan keteladanan. Lebih-lebih lagi, bila pelakunya politisi, birokrat, pemuka agama, atau pemuka masyarakat, yang layak dipatuhi. Bukankah begitu, apalagi di negeri yang patrimonial?