KENDARI, TELISIK.ID - Hingga saat ini petani selaku produsen selalu berada di posisi tawar yang lemah. Di samping itu pemasaran hasil pertanian lebih banyak dilakukan secara individu, sehingga tidak terjadi keseimbangan dalam memperoleh keuntungan.
Hal tersebut dibenarkan Isra, peserta Pasar Tani yang menyebutkan adanya rantai pemasaran yang panjang kerap melibatkan dua hingga tiga tangan distributor sering kali membuat harga hasil tani menjadi naik.
Isra memberikan contoh, harga cabai dari produsen (petani) ke pedagang grosir, kenaikan tidak terlalu banyak. Sedangkan harga cabai dari pedagang grosir ke eceran, harga sudah sangat tinggi. Sehingga cabai bisa melonjak dari pedagang eceran ke konsumen (pembeli).
Oleh karena itu, untuk memperkuat posisi tawar petani, maka pengembangan Pasar Tani merupakan salah satu alternatif. Di Pasar Tani, petani selaku produsen dapat memasarkan langsung produknya kepada konsumen sehingga memperoleh harga yang lebih seimbang.
Baca Juga: Harga Cengkeh Anjlok, Petani di Kolaka Enggan Jual Hasil Panen Tahun Ini
