PBM Berjalan Lancar, SMPN 20 Kendari Perkuat Disiplin dan Lingkungan Belajar Ramah
Meliana Tasya, telisik indonesia
Kamis, 30 Juli 2026
0 dilihat
Kepala SMPN 20 Kendari, Wa Ode Nurhafiah mengungkapkan pelaksanaan PBM efektif untuk tahun ajaran 2026/2027. Foto: Meliana Tasya/Telisik
" Proses belajar mengajar (PBM) di SMP Negeri 20 Kendari pada pekan kedua tahun ajaran 2026/2027 berlangsung lancar "

KENDARI, TELISIK.ID - Proses belajar mengajar (PBM) di SMP Negeri 20 Kendari pada pekan kedua tahun ajaran 2026/2027 berlangsung lancar.
Seluruh kegiatan akademik, mulai dari pembelajaran di kelas hingga ekstrakurikuler, telah berjalan normal setelah pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS).
Kepala SMP Negeri 20 Kendari, Wa Ode Nurhafiah, S.Pd mengatakan, seluruh guru telah siap melaksanakan pembelajaran karena perangkat administrasi dan bahan ajar telah disiapkan sebelum siswa kembali masuk sekolah.
Ketersediaan buku penunjang dan sumber belajar juga dinilai tidak menjadi kendala dalam proses belajar mengajar.
"Sekarang Minggu kedua, alhamdulillah berjalan dengan baik karena roster semua sudah jalan. Pulang juga seperti biasa, intrakurikuler maupun ekstrakurikuler sudah berjalan semua. Guru juga sudah lengkap dan siap mengajar," ujarnya, Rabu (29/7/2026).
Baca Juga: SMPN 15 Kendari Kekurangan Ruang Belajar, Kelas Terpaksa Dilaksanakan hingga Sore Hari
Meski demikian, sekolah masih menghadapi keterbatasan ruang kelas akibat meningkatnya jumlah peserta didik baru.
Untuk sementara, beberapa laboratorium dimanfaatkan sebagai ruang belajar sambil menunggu tambahan ruang kelas dari pemerintah.
Selain pembelajaran di kelas, SMPN 20 Kendari juga telah mengaktifkan berbagai kegiatan ekstrakurikuler, di antaranya Pramuka, Paskibra, drum band, dan Lomba Ketangkasan Baris Berbaris (LKBB).
Baca Juga: SMPN 8 Kendari Gelar MPLS Ramah, Tanamkan Karakter dan Kedisiplinan Siswa Baru
Sekolah juga menerapkan konsep MPLS Ramah dengan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi peserta didik baru.
Menurut Nurhafiah, pendekatan yang ramah tetap diimbangi dengan penegakan disiplin. Memperkuat pengawasan terhadap interaksi antarsiswa serta membangun komunikasi intensif dengan orang tua melalui grup WhatsApp di setiap kelas.
"Ramah bukan berarti tidak disiplin. Kalau ada yang terlambat atau melanggar aturan tetap kami bina, tetapi bukan dengan hukuman fisik. Kalau ada masalah, orang tua juga bisa langsung bertanya di grup sehingga tidak terjadi salah paham," tegasnya. (C-Adv)
Penulis:Meliana Tasya
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS