KENDARI, TELISIK.ID - Warga yang secara ekonomi lemah di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, mulai mengeluhkan lonjakan harga barang di pasar.

"Hampir seluruh harga kebutuhan sembako mengalami lonjakan yang signifikan. Kami selaku masyarakat yang ekonominya pas-pasan tentu merasakan beban yang begitu berat. Apalagi, dalam menghadapi  Ramadan maka biaya kebutuhan pokok juga meningkat," kata Atira (50) warga Madonga Kota Kendari.

Kepada telisik.id, Atira menuturkan, naiknya harga sembako yang dijual pedagang dalam sepekan terakhir  sudah tak wajar, karena sebagian ada yang naik diatas 20 sampai 40 persen seperti, beras, gula pasir, minyak goreng,  tahu, tempe, ikan basah, telur dan termasuk gula merah.

Karena itu kata dia, pemerintah setempat diharapkan melakukan pemantauan harga yang dijual pedagang, karena akan menjadi beban ekonomi masyarakat pra sejahtera apa lagi saat sekarang di tengah wabah COVID-19.

"Pemerintah harus segera turun tangan untuk menstabilkan harga yang naik. Jika harga mahal maka daya beli masyarakat juga akan tidak terjangkau di tengah pandemi virus COVID19,” keluh Atira yang setiap harinya berbelanja di Pasar Basah Mandonga Kendari, Selasa (21/4/2020).