KENDARI, TELISIK.ID - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus berupaya mengendalikan stabilitas ekonomi daerah, khususnya dalam menghadapi inflasi dan menjaga ketersediaan pangan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sultra, Rony Yakob, menyampaikan bahwa program ini sejalan dengan 100 hari kerja Gubernur Sultra terpilih, Andi Sumangerukka, dan program nasional Asta Cita dari Presiden Prabowo Subianto.
Rony menyebut salah satu tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah inflasi. Untuk mengatasinya, pemerintah telah melakukan berbagai langkah, termasuk operasi pasar.
Selain itu, ketersediaan komoditas pangan juga menjadi perhatian. Disperindag telah memprediksi kebutuhan pangan selama lima bulan ke depan dan memastikan stok beras mencapai 17 ribu ton.
Jumlah stok beras ini, menurut Rony, sudah mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Sultra, terutama menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri.
