JAKARTA, TELISIK.ID - Ancaman reshuffle Presiden Joko Widodo kepada para menteri hingga kini belum dilakukan. Tercatat, sudah hampir masuk satu bulan pasca ancaman disampaikan di rapat kabinet pada 18 Juni 2020 kemarin, belum juga ditindaklanjuti oleh presiden.
Pakar Komunikasi Politik Kennorton Hutasoit mengatakan, ancaman reshuffle Presiden Jokowi bisa terjadi di bulan Juli hingga Agustus, karena di bulan ini presiden menerima laporan kinerja para menteri.
"Reshuffle pada Juli hingga Agustus tahun ini sangat mungkin dilakukan Presiden Jokowi. Kenapa pada bulan-bulan ini dilakukan reshuffle, ini kemungkinan besar karena pada bulan-bulan inilah Presiden Jokowi menerima laporan kinerja para menteri," kata Kennorton Hutasoit kepada Telisik.id di Jakarta, Sabtu (11/7/2020).
Dikatakan Hutasoit, langkah reshuffle yang akan dilakukan presiden tidak terlepas dari relasi kekuasaan. Karena kondisi ini pernah terjadi pada periode sebelumnya, dimana presiden melakulan reshuffle dan mengeluarkan Partai Amanat Nasional (PAN) dari koalisi karena tidak mendukung kebijakan pemerintah.
Baca juga: Bamsoet Ingatkan Isu Reshuffle Tak Boleh Jadi Bola Liar yang Kontraproduktif
