KENDARI, TELISIK.ID - Kasus kekerasan pada anak terus meningkat setiap tahunnya, hingga membuat para orang tua khawatir dengan keselamatan anak-anaknya.

Dampak dari kekerasan itu bukan hanya dapat meninggalkan bekas luka, tetapi juga perilaku menyimpang hingga penurunan fungsi otak anak. Luka itu membekas bahkan hingga korban berusia dewasa. 

Dilansir dari Kompas.com, psikolog Universitas Airlangga (Unair), Ika Yuniar Cahyant mengatakan, tindak kekerasan pada anak dalam jangka panjang dapat berdampak serius terhadap psikologis anak. Parahnya, hal ini juga dapat menyebabkan trauma pada anak.

Baca Juga: Ribuan Perkara Perceraian Masuk di Pengadilan Agama Kendari

“Akibat dari psikologis kekerasan terhadap anak antara lain penarikan diri, ketakutan, tindak agresif, emosi yang labil, depresi, cemas, merasa minder, merasa tidak berharga, dan lain sebagainya,” ujar Ika.