KOLAKA UTARA, TELISIK.ID - Kegiatan study tour atau pelatihan puluhan kepala desa (kades) dan para Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Kabupaten Kolaka Utara di Yogyakarta beberapa waktu lalu menuai polemik.

Sebagian kalangan menilai giat ini terkesan hanya menghabiskan anggaran dan diprediksi tidak memiliki dampak bagi peningkatan kemampuan para pengelola BUMDes.

Informasi yang dihimpun Telisik.id, kegiatan bertajuk pelatihan BUMDes yang digelar di Yogyakarta ini dibawah kontrol lembaga Indonesia Bermutu (IB), diikuti 36 desa. Masing-masing kepala desa turut serta dalam kegiatan dengan melibatkan satu orang pengelola BUMDes.

Setiap peserta dikenalkan biaya akomodasi Rp 7.500.000. Total akomodasi per desa mencapai Rp 15 juta, sehingga total keseluruhan akomodasi untuk 36 desa ditaksir mencapai Rp 540 juta.

Ratusan juta biaya perjalanan para kades dan pengelola BUMDes ini, diambil dari Dana Desa (DD).