MUNA, TELISIK.ID - Tambahan psikotes bagi peserta Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) yang akan gelar Panitia Seleksi Daerah (Panselda) mendapat penolakan dari elemen masyarakat di Kabupaten Muna.

Senin (12/10/2020), massa yang mengatasnamakan Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) menggeruduk kantor Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

Mereka menuntut agar Kepala BKPSDM, Sukarman Loke untuk membatalkan pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) tambahan itu. Apalagi, telah dikuatkan dengan surat dari Plt Bupati Muna, Abdul Malik Ditu yang meminta BKPSDM untuk membatalkan pelaksanaan seleksi tersebut.

Salah satu orator, Fajar menerangkan, SKB psikotes sama sekali tidak mempunyai instrumen yang jelas dalam UU. Bahkan, pelaksanaan seleksi itu telah terendus berbau transaksional yang dapat merugikan peserta lain.  

"Kami minta agar SKB tambahan itu dibatalkan, karena dianggap cacat hukum dan administrasi serta sarat akan terjadi KKN," teriak Fajar melalui pengeras suara.