KENDARI, TELISIK.ID - Mencuatnya wacana ke publik bahwa eksistensi Kantor Urusan Agama (KUA) adalah untuk menyelesaikan urusan semua agama ikut ditanggapi oleh Rektor IAIN Kendari, Prof. Dr. Husain Insawan, M.Ag, Minggu (3/3/2024).
Prof. Husain mengatakan, hal itu murni gagasan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas (Gus Men) yang mesti diapresiasi. Ia menyebut setiap gagasan selalu dimaknai beragam, ada beberapa yang tidak setuju, namun banyak pula yang sangat setuju. Hal tersebut dipandang wajar-wajar saja.
"Gusmen itu layaknya seorang filosof yang selalu menguji nalar akademik publik. Sejauh mana wawasan publik untuk mencerna atas konsep yang digelindingkan. Ketika Gusmen menyampaikan sebuah statemen, kita jangan terlalu terburu-buru untuk menjustifikasi bahwa konsep yang disampaikan itu keliru, kecuali kalau memang awalnya sudah didasari dengan negative thinking," katanya.
Baca Juga: Lukman Abunawas Hadir Acara Muktamar DMI di Jakarta
"Namun bagi mereka yang berpikiran positif mampu menelisik lebih dalam mengenai makna yang terkandung dalam konsep Gusmen, barulah orang akan memahami bahwa ternyata konsep yang disampaikan adalah "sesuatu" bangat, seperti halnya konsep KUA. Urusan keagamaan yang berkenaan dengan agama lain mesti terwadahi dengan baik, maka itulah kenapa KUA harus direposisi," lanjutnya.
