Resmi Dikukuhkan sebagai Guru Besar, Berikut Profil Lengkap Prof Najib Hasain
Laode Muh. Faisal, telisik indonesia
Rabu, 29 Juli 2026
0 dilihat
Prof. Dr. H. M. Najib Husain, S.Sos., M.Si, Guru Besar Komunikasi Pembangunan FISIP UHO Kendari. Foto: Ist.
" Prof. Dr. H. M. Najib Husain, S.Sos., M.Si resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Komunikasi Pembangunan pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari "


KENDARI, TELISIK.ID - Prof. Dr. H. M. Najib Husain, S.Sos., M.Si resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Komunikasi Pembangunan pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Rabu (29/7/2026).
Prof. Najib dikukuhkan sebagai Guru Besar bersama tujuh dosen UHO lainnya, yakni Prof. Ir. La Ode Muh. Yasir Haya, S.T., M.Si., Ph.D. pada Bidang Ilmu Eksplorasi dan Pemodelan Ekosistem Pesisir-Lautan, Prof. Dr. Syamsul Alam, M.Si. pada Bidang Ilmu Administrasi Keuangan Negara/Daerah, serta Prof. Dr. Ir. Hj. Nini Hasriyani Aswad, S.T., M.T. pada Bidang Ilmu Rekayasa Material Konstruksi.
Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor UHO Kendari, Prof. Khairul Munadi mengatakan, bertambahnya delapan guru besar menjadi capaian penting bagi kampus dalam memperkuat ekosistem akademik. Disebutnya, UHO Kendari kini memiliki 170 guru besar yang tersebar di 14 fakultas.
"Jabatan profesor bukan sekadar puncak karier akademik, melainkan awal dari tanggung jawab intelektual yang lebih besar. Seorang guru besar memiliki amanah untuk menjaga marwah ilmu pengetahuan, mengembangkan keilmuan, membimbing generasi muda, serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat melalui hasil riset dan inovasi," ujar Prof. Khairul.
Senada, Ketua Senat Akademik UHO Kendari, Prof. Jamili mengatakan, bertambahnya delapan guru besar menunjukkan produktivitas akademik UHO Kendari terus meningkat.
"Keberadaan guru besar menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi sekaligus memperkuat daya saing UHO Kendari di tingkat nasional maupun global," kata Prof. Jamili.
Profil Prof. Dr. H. M. Najib Husain, S.Sos., M.Si
Lahir di Ujung Pandang pada 18 Oktober 1975, ia dikenal sebagai akademisi, peneliti, pakar komunikasi politik, pemerintahan, komunikasi pembangunan, serta analis kebijakan publik yang memiliki kiprah luas di tingkat regional, nasional, hingga internasional.
Lebih dari dua dekade mengabdikan diri sebagai dosen dan peneliti, Prof. Najib telah menjadi salah satu tokoh akademik yang konsisten mengembangkan kajian komunikasi pembangunan, komunikasi politik, tata kelola pemerintahan, demokrasi lokal, komunikasi lingkungan, serta kebijakan publik berbasis riset.
Baca Juga: Sosok Setya Novanto Koruptor e-KTP dan Kasus Papa Minta Saham, Viral Rayakan Pesta Mewah Tema BTS Bareng Istri
Pengalaman akademik dan profesionalnya menjadikan dirinya sebagai narasumber utama dalam berbagai forum ilmiah, media massa, lembaga pemerintah, penyelenggara pemilu, hingga organisasi profesi.
Perjalanan pendidikannya dimulai dari SD Negeri Pongtiku II Ujung Pandang, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 4 Ujung Pandang dan SMA Negeri 2 Ujung Pandang. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana (S1) Ilmu Administrasi di Universitas Halu Oleo pada tahun 1998, meraih gelar Magister Ilmu Komunikasi di Universitas Hasanuddin pada tahun 2001, dan memperoleh gelar Doktor Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan dari Universitas Gadjah Mada pada tahun 2014.
Di UHO Kendari, Prof. Najib dipercaya menduduki berbagai jabatan akademik strategis, antara lain Sekretaris Laboratorium Ilmu Komunikasi, Sekretaris Jurusan Ilmu Komunikasi, Pelaksana Tugas Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi, Ketua Konsentrasi Magister Komunikasi Pembangunan, Ketua Program Studi Ilmu Politik, hingga saat ini menjabat sebagai Ketua Jurusan Ilmu Politik dan Pemerintahan.
Kepemimpinannya berkontribusi terhadap penguatan tata kelola akademik, pengembangan kurikulum, peningkatan kualitas penelitian, serta penguatan jejaring kerja sama institusi.
Di luar lingkungan kampus, Prof. Najib dikenal luas sebagai pakar komunikasi politik dan pengamat politik Sulawesi Tenggara (Sultra). Sejak tahun 2009 ia aktif menjadi narasumber, pembicara, dan komentator politik di TVRI Sulawesi Tenggara, Kompas TV, serta berbagai media elektronik dan media cetak. Analisisnya mengenai demokrasi, pemilu, komunikasi publik, pemerintahan daerah, dan dinamika politik lokal kerap menjadi rujukan media maupun berbagai lembaga pemerintah.
Pengalaman profesionalnya sangat luas. Ia telah dipercaya menjadi Ketua maupun Anggota Tim Seleksi Komisi Pemilihan Umum (KPU), Komisi Informasi Provinsi Sultra, Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID), Panitia Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di berbagai pemerintah daerah, Ketua Tim Ahli penyusunan RPJMD dan RPJPD, moderator debat kepala daerah, tim pakar penyelenggaraan pemilu, hingga konsultan kebijakan publik di berbagai kabupaten/kota di Sultra.
Dalam bidang penelitian, Prof. Najib aktif memimpin berbagai riset yang didanai oleh Kementerian, UHO, pemerintah daerah, maupun lembaga swasta. Fokus penelitiannya meliputi komunikasi pembangunan, komunikasi politik, komunikasi lingkungan, tata kelola pemerintahan digital, perilaku pemilih, demokrasi lokal, kebijakan publik, pembangunan masyarakat pesisir, hingga konservasi berbasis kearifan lokal.
Rekam jejak publikasinya menunjukkan produktivitas akademik yang sangat tinggi. Hingga tahun 2026, ia telah menghasilkan puluhan publikasi ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi, jurnal internasional, dan jurnal internasional bereputasi Scopus Q2 maupun Q3.
Selain artikel ilmiah, ia juga telah menerbitkan sedikitnya 16 buku ilmiah, memiliki 7 Hak Cipta, menjadi reviewer jurnal internasional, serta aktif sebagai editor dan reviewer berbagai jurnal nasional.
Berdasarkan rekam jejak akademiknya, Prof. Najib memiliki D SINTA 6655763 dengan Skor SINTA 1.393, Scopus ID 57245633700, Google Scholar ID prDN7VgAAAAJ, H-Index Google Scholar 9, H-Index Scopus 1, serta ORCID 0000-0002-8523-0731, yang mencerminkan kontribusinya dalam pengembangan ilmu komunikasi, politik, pemerintahan, dan pembangunan di tingkat nasional maupun internasional.
Selain menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Prof. Najib aktif dalam berbagai organisasi profesi, di antaranya Asosiasi Pendidikan Tinggi Ilmu Komunikasi (ASPICOM), Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI), Asosiasi Dosen dan Peneliti Ilmu Komunikasi Indonesia (ADPKI), Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sultra, serta Ikatan Alumni UHO. Kiprahnya di organisasi tersebut memperkuat perannya dalam pengembangan keilmuan, pendidikan tinggi, dan pengabdian kepada masyarakat.
Baca Juga: Profil Febri Diansyah: Eks Jubir KPK jadi Pengacara Febrie Adriansyah, Pernah Bela Istri Sambo hingga Syahrul Yasin Limpo
Di bidang pengabdian kepada masyarakat, Prof. Najib secara konsisten mengembangkan berbagai program pemberdayaan masyarakat berbasis komunikasi pembangunan, pendidikan politik, literasi digital, tata kelola pemerintahan desa, pemberdayaan masyarakat pesisir, mitigasi bencana, penguatan demokrasi, hingga pendidikan bagi kelompok rentan dan penyandang disabilitas.
Sepanjang kariernya, Prof. Najib telah membangun reputasi sebagai akademisi yang mampu mengintegrasikan penelitian, pendidikan, dan pengabdian masyarakat dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Kombinasi antara pengalaman akademik, produktivitas ilmiah, kepemimpinan organisasi, serta keterlibatan aktif dalam perumusan kebijakan publik menjadikannya salah satu Guru Besar Universitas Halu Oleo yang berpengaruh dalam pengembangan ilmu komunikasi pembangunan, komunikasi politik, dan tata kelola pemerintahan di Indonesia.
Dengan dedikasi yang berkelanjutan terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan pembangunan masyarakat, Prof. Najib terus berkomitmen menghasilkan karya ilmiah yang berdampak, memperkuat kualitas pendidikan tinggi, serta memberikan kontribusi nyata bagi penguatan demokrasi, pemerintahan yang baik, dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia. (B)
Penulis: Laode Muh. Faisal
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS