JAKARTA, TELISIK.ID - Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Papua yang berlangsung hampir sepekan mendapat sorotan dari parlemen.

Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto menilai, kelangkaan pasokan BBM di Papua yang menyebabkan naiknya harga jual hingga Rp50 ribu/liter menjadi bukti bahwa klaim pemerintah soal BBM satu harga hanya lips service atau pemanis bibir.

Ia berharap, kelangkaan BBM ini tidak berlarut sehingga bisa mengganggu aktivitas ekonomi dan masyarakat di Papua.

Oleh karenanya, pemerintah harus segera perintahkan Pertamina dan BPH Migas stabilkan pasokan BBM di Papua agar harga bisa terkendali.

“Pemerintah jangan cuma omong doang BBM satu harga. Faktanya harga jual BBM meroket di Papua. Beda jauh dengan di pulau lain,” ujar Mulyanto dalam keterangan persnya di Jakarta, Selasa (9/11/2021).