KENDARI, TELISIK.ID - Bukan hanya dalam kehidupan keagamaan, Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam juga menjadi teladan dalam setiap sendi kehidupannya. Termasuk dalam bekerja sebagai pedagang.
Melansir NU Online, diceritakan dalam Sirah Nabawiyah, dalam berdagang, Nabi Muhammad SAW dikenal sangat jujur, tidak pernah menipu baik pembeli maupun majikannya.
Mabi Muhammad juga tidak pernah mengurangi timbangan atau pun takaran, tidak pernah memberikan janji-janji yang berlebihan, apalagi bersumpah palsu. Semua transaksi dilakukan atas dasar sukarela, diiringi dengan ijab kabul.
Sejak masih anak-anak, Muhammad SAW telah hidup berdikari. Sebelum menjadi pedagang, beliau telah menggembala kambing milik orang-orang demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Barulah ketika usianya 12 tahun, beliau mulai belajar berwirausaha. Dalam hal ini, peran pamannya Abu Thalib, begitu besar. Ayahanda Ali bin Abi Thalib itu mengajak beliau ikut dalam rombongan dagang ke Suriah (Syam).
