SURABAYA, TELISIK.ID - Ada lonjakan signifikan penduduk yang akan mudik di Jatim menjelang Lebaran 2022. Hal ini dkarenakan setelah dua tahun lamanya, masyarakat tak melakukan mudik karena pandemi COVID-19.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, berdasarkan survei Balitbang Kemenhub pada angkutan Lebaran 2022, potensi pergerakan nasional dalam masa musik Lebaran mencapai 85,5 juta orang yang terbagi melalui berbagai moda transportasi.

Rinciannya, yang menggunakan mobil pribadi 26,8% atau 22,9 juta orang, bus 16,5% atau 16,9 juta orang, pesawat 16,5% atau 14,1 juta orang, dan kereta api 10,4% atau 8,9 juta orang.

Dari data survei tersebut di atas, disebutkan bahwa asal perjalanan daerah terbanyak para pemudik adalah Jawa Timur sebanyak 14,6 juta orang. Namun, setelah dihapusnya syarat tes swab Antigen/PCR, potensi daerah tujuan pemudik yakni Jatim meningkat menjadi 16,8 juta orang.

“Dari 16,8 juta orang ini, 47 persen menggunakan mobil pribadi. Jadi ini semua harus diantisipasi, disiapkan berbagai langkah-langkah mitigasi, langkah-langkah preventif yang bisa mengantisipasi kemungkinan terjadinya penumpukan kendaraan di satu titik serta berbagai upaya perlindungan lainnya,” katanya, Minggu (24/4/2022).