MAKASSAR, TELISIK.ID - Skripsi mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar berinisial J menimbulkan polemik karena dianggap menghina suku Tolaki, Sulawesi Tenggara.
Menanggapi hal itu pihak Unismuh Makassar buka suara. Ketua Prodi Pendidikan Sosiologi Unismuh Makassar, Dr Jamaluddin Arifin memberikan klarifikasi atas keberatan masyarakat terkait skripsi berjudul ‘Asumsi Masyarakat Bugis Terhadap Ideologi Suku Tolaki di Kolaka Utara’.
Ia mengucapkan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan skripsi yang dibuat pada tahun 2016 itu.
“Sebelumnya, kami memohon maaf jika skripsi tersebut menimbulkan ketidaknyamanan atau bahkan provokasi terhadap suku Tolaki. Namun, perlu kami sampaikan bahwa skripsi tersebut dibuat oleh mahasiswa program studi Pendidikan Sosiologi dengan tujuan untuk meneliti asumsi masyarakat Bugis terhadap ideologi suku Tolaki di Kolaka Utara,” ujarnya, dikutip Telisik.id di webasite Unusmuh.ac.id.
Penelitian skripsi tersebut, kata Jamaluddin, dilakukan dengan metode ilmiah melalui pendekatan kualitatif. Skripsi itu telah melalui proses pengujian yang ketat oleh dosen pembimbing dan tim penguji. Skripsi tersebut juga telah disetujui dan dinyatakan lulus ujian.
