2 Tanker Pertamina Tak Bisa Tembus Selat Hormuz, Bahlil Akui Bukan Perkara Sederhana
Reporter
Sabtu, 28 Maret 2026 / 10:43 am
Bahlil Lahadalia mengakui proses evakuasi dua kapal tanker Pertamina dari Selat Hormuz tidak mudah. Foto: Instagram@bahlillahadalia
JAKARTA, TELISIK.ID - Pergerakan dua kapal tanker Pertamina di jalur strategis energi global masih tertahan, di tengah situasi kawasan yang belum stabil hingga kini.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mengakui proses evakuasi kapal tanker milik PT Pertamina (Persero) dari Selat Hormuz tidak berjalan mudah. Kondisi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang masih bergejolak menjadi faktor utama yang mempersulit upaya tersebut.
Dalam keterangannya usai rapat di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Jumat, 27 Maret 2026, Bahlil menegaskan bahwa pemerintah terus mengupayakan komunikasi intensif dengan berbagai pihak terkait. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan kapal-kapal tersebut dapat keluar dari jalur vital pengiriman minyak dunia secara aman.
"Kita masih komunikasi terus. Memang tidak mudah untuk kita bisa melakukan bagaimana caranya agar kapal kita keluar dari Selat Hormuz, tapi komunikasi terus kita bangun," ujar Bahlil, sebagaimana dikutip dari CNN Indonesia, Sabtu (28/3/2026).
Baca Juga: Gejolak Harga Minyak Dunia, Purbaya Mau Pangkas Besar-besaran APBN 2026
Sementara itu, pihak PT Pertamina International Shipping menyampaikan bahwa hingga saat ini masih terdapat dua kapal yang belum dapat melintasi Selat Hormuz. Informasi tersebut disampaikan oleh Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita.
"Hingga 27 Maret 2026, dua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS), yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, masih berada di Teluk Arab atau Teluk Persia, belum dapat melalui Selat Hormuz," kata Vega.
Baca Juga: Selat Hormuz Ditutup Iran, Bahlil Klaim Cadangan Minyak Nasional Hanya Cukup 20 Hari
Ia menjelaskan, perusahaan terus melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia guna membuka akses pelayaran yang aman bagi kedua kapal tersebut. Dalam situasi ini, keselamatan awak kapal menjadi perhatian utama yang tidak dapat ditawar.
"Kami mohon dukungan dari seluruh masyarakat," terangnya.
Sebelumnya, terdapat empat kapal tanker Pertamina yang berada di sekitar kawasan Selat Hormuz. Namun, dua kapal lainnya, yakni PIS Rinjani dan PIS Paragon, telah lebih dulu keluar dari wilayah tersebut sejak awal Maret 2026. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS