Menggabung Puasa Syawal dengan Senin-Kamis, Begini Penjelasannya Ulama

Merdiyanto , telisik indonesia
Sabtu, 28 Maret 2026
0 dilihat
Menggabung Puasa Syawal dengan Senin-Kamis, Begini Penjelasannya Ulama
Menurut mayoritas ulama berpendapat menggabungkan puasa Syawal dengan puasa Senin Kamis boleh. Foto: Repro Penggadaian

" Setelah menyelesaikan puasa Ramadan, umat Islam dianjurkan menjalankan puasa sunnah Syawal selama enam hari di bulan Syawal "

JAKARTA, TELISIK.ID - Setelah menyelesaikan puasa Ramadan, umat Islam dianjurkan menjalankan puasa sunnah Syawal selama enam hari di bulan Syawal.

Banyak yang bertanya, bolehkah puasa ini digabung dengan puasa Senin-Kamis yang juga sunnah? Jawabannya: boleh dan sah, menurut mayoritas ulama.

Puasa Syawal memiliki keutamaan luar biasa. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang berpuasa Ramadan kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun penuh.” (HR. Muslim).

Sementara puasa Senin-Kamis juga sangat dianjurkan, karena amal perbuatan diangkat ke langit pada hari itu, sebagaimana sabda Nabi SAW:

“Amal-amal diangkat pada hari Senin dan Kamis, maka aku suka amalku diangkat saat aku sedang berpuasa.” (HR. Muslim), dilansir dari suara.com jaringan telisik.id, Jumat (27/3/2026).

Baca Juga: Park Nam Model dan Aktor Korea Selatan Mualaf Jalani Puasa Ramadan Pertama di Indonesia

Hukum Menggabungkan Kedua Puasa

Menurut para ulama dari mazhab Syafi’i dan Hanafi, serta dijelaskan dalam kitab Fiqhul Islam wa Adillatuhu karya Wahbah Az-Zuhaili, menggabungkan dua ibadah sunnah dalam satu hari dengan satu niat diperbolehkan.

Syaikh Abu Bakar Syatha dalam I’anatut Thalibin menjelaskan bahwa penggabungan niat dua puasa sunnah tetap memberikan pahala penuh dari keduanya, seperti orang yang bersedekah kepada keluarga sekaligus mendapat pahala silaturahmi.

Puasa Syawal termasuk maqshudah li dzatiha diniatkan karena zatnya, sementara Senin-Kamis ghayru maqshudah li dzatiha karena waktu pengangkatan amal, sehingga keduanya bisa digabung tanpa masalah.

Praktik ini menjadi solusi praktis bagi yang sibuk, karena puasa Syawal tidak harus berturut-turut dan bisa dilakukan kapan saja di bulan Syawal.

Dengan menggabung di hari Senin atau Kamis, seseorang bisa menyelesaikan enam hari lebih cepat sambil mendapat pahala ganda.

Cara Niat Puasa Syawal Digabung Senin-Kamis

Niat dilakukan sebelum fajar menyingsing. Bacaan yang disarankan:

Nawaitu shauma ghadin ‘an ad?’i sunnati Syaww?l wa sunnati yaumil itsnaini (au kham?s) lill?hi ta‘?l?.

Baca Juga: Mengorek Telinga Batalkan Puasa atau Tidak? Ini Penjelasan Ulama

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Syawal dan sunnah hari Senin (atau Kamis) besok karena Allah Ta’ala,” dilansir dari liputan6.com, Jumat (27/3/2026).

Sebagian ulama menyarankan menjadikan puasa Syawal sebagai niat utama, sementara Senin-Kamis sebagai pelengkap, agar lebih aman. Namun, secara umum, niat gabungan tetap sah dan ikhlas.

Dengan demikian, menggabung puasa Syawal dan Senin-Kamis menjadi pilihan bijak untuk meraih pahala maksimal di bulan Syawal. Semoga kita semua dimudahkan menjalankannya. Wallahu a’lam. (C)

Penulis: Merdiyanto

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkait
Baca Juga