Alfa Mart dan Alfa Midi Ditolak Masuk Bombana

Hir Abrianto

Reporter Bombana

Rabu, 10 Juni 2020  /  12:42 pm

Lampiran pernyataan sikap pemilik toko sebagai bukti penolakan terhadap masuknya Alfa Mart dan Alfa Midi di Bombana. Foto: Hir Abrianto/Telisik

BOMBANA, TELISIK.ID - Sejumlah warga yang tergabung dalam Solidaritas Pengusaha Anak Negeri (SOPAN) menolak rencana hadirnya koorporasi retailer Alfa Mart dan Alfa Midi di Kabupaten Bombana.

Penolakan itu disampaikan dalam bentuk pernyataan sikap yang ikut ditandatangani oleh puluhan pemilik toko dan kios yang selama ini menggantungkan hidupnya dalam sektor usaha mikro, Rabu (10/6/2020).

Kepada Telisik.id, Haji Ancu, pemilik Toko Sarita, mengungkapkan, dirinya telah membuka usaha jualan sembako selama kurang lebih 20 tahun. Jika pemerintah daerah berikan izin masuknya koorporasi seperti Alfa Midi dan Alfa Mart, maka sama saja sebagai upaya membunuh pengusaha lokal secara perlahan.

"Bayangkan saja, semenjak masuknya Indo Maret sejak 2017 lalu, ratusan kios-kios kecil terpaksa gulung tikar apalagi kalau masuk lagi Alfa Midi dan Alfa Mart. Sama saja kami dibunuh pelan-pelan," ucapnya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Gedung DPRD Bombana.

Baca juga: Mahasiswa UNY Buat Media Pembelajaran Bertema Karakter

Keluhan yang sama juga datang dari David, salah satu pemilik toko yang biasanya menjual kebutuhan anak seperti SGM dan bahan pokok lainnya. Menurutnya, pemilik toko-toko kecil tidak bisa lagi menjual susu merek SGM meskipun dengan harga yang sangat murah, karena semua sudah dimonopoli oleh Indomaret.

"Jadi kami minta pemerintah jangan lagi masukan penjual-penjual yang monopoli begini," tambahnya.

Melihat situasi saat ini, SOPAN Bombana meminta DPRD untuk melakukan pengawasan dan monitoring sejauh mana pedagang-pedagang kecil yang merupakan warga lokal yang kian terpuruk akibat kurangnya perhatian dari pemerintah.

Reporter: Hir Abrianto

Editor: Haerani Hambali