Beralih ke BBM B50, Berikut Komponen Mobil Lawas Diesel Rutin Diperiksa

Ahmad Jaelani

Reporter

Minggu, 05 Juli 2026  /  9:42 am

Penggunaan BBM B50 membuat sejumlah komponen mobil diesel lawas perlu diperiksa rutin agar tetap berfungsi optimal. Foto: Repro Suara.com

JAKARTA, TELISIK.ID - Penggunaan BBM B50 pada mobil diesel lawas memerlukan perhatian terhadap sejumlah komponen agar performa kendaraan tetap terjaga selama digunakan setiap hari.

Penerapan bahan bakar biodiesel B50 tidak mengharuskan pemilik kendaraan diesel melakukan perubahan besar dalam perawatan. Namun, sejumlah komponen pada kendaraan, terutama mobil diesel yang telah berusia lebih tua, tetap perlu diperiksa secara berkala agar sistem bahan bakar dan performa mesin tetap bekerja optimal.

Pakar otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menjelaskan kendaraan diesel di Indonesia pada dasarnya telah beradaptasi dengan penggunaan biodiesel.

Sebelum penerapan B50, pemerintah lebih dulu menerapkan B30 dan B40 sehingga dampak perubahan ke B50 tidak sebesar saat transisi awal penggunaan biodiesel.

Menurut Yannes, efek pembersihan endapan pada sistem bahan bakar juga tidak lagi terlalu besar karena kendaraan telah melalui beberapa tahap penggunaan biodiesel dengan kadar campuran yang meningkat secara bertahap.

"Perawatan kendaraan berbahan bakar B50 tidak jauh berbeda dengan B40, intinya tetap memerlukan kedisiplinan. Karena sudah terbiasa dengan B30 lalu ke B40, efek pembersihan endapan lama saat naik ke B50 menjadi jauh lebih kecil, sehingga filter bahan bakar tidak perlu diganti secara drastis di awal," kata Yannes, seperti dikutip dari Antara, Minggu (5/7/2026).

Meski demikian, ia mengingatkan pemilik kendaraan diesel, khususnya mobil yang telah berusia lebih tua, untuk tetap mengikuti jadwal penggantian filter bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan. Pada kendaraan dengan usia pakai yang lebih lama, penggantian filter dapat dilakukan sedikit lebih sering sebagai langkah antisipasi.

Baca Juga: BBM Baru B50 Mulai Dipasarkan Juli 2026, Berikut Rincian Harga di Semua SPBU Indonesia

Yannes menilai filter bahan bakar menjadi komponen yang paling sensitif ketika kendaraan menggunakan biodiesel B50. Oleh karena itu, kondisi filter perlu dipantau secara berkala agar aliran bahan bakar menuju mesin tetap lancar.

"Filter bahan bakar tetap menjadi komponen paling sensitif dan sebaiknya dipantau kondisinya," ujarnya.

Selain filter bahan bakar, komponen berbahan karet seperti seal, O-ring, dan selang bahan bakar juga memerlukan perhatian saat kendaraan menjalani servis berkala.

Biodiesel B50 memiliki karakteristik yang sedikit lebih agresif dibandingkan campuran sebelumnya sehingga komponen berbahan karet berpotensi mengalami penurunan kualitas dalam jangka panjang.

"Komponen karet masih berisiko mengalami degradasi lebih cepat dalam jangka panjang, sehingga perlu dicek saat servis berkala," imbuhnya.

Yannes juga mengingatkan pentingnya memeriksa sistem injeksi dan pompa tekanan tinggi pada mesin diesel berteknologi common rail. Kedua komponen tersebut berperan penting dalam menjaga distribusi bahan bakar sehingga kondisinya perlu dipastikan tetap bekerja dengan baik selama penggunaan B50.

Selain memantau komponen kendaraan, pemilik mobil diesel juga disarankan menjaga kebersihan tangki bahan bakar serta menghindari penyimpanan biodiesel B50 dalam waktu terlalu lama. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas bahan bakar sekaligus mengurangi potensi gangguan pada sistem penyaluran bahan bakar.

Ia juga menganjurkan agar servis kendaraan dilakukan secara rutin di bengkel resmi atau bengkel yang telah memahami karakteristik biodiesel. Dengan pemeriksaan berkala, kondisi kendaraan dapat dipantau sehingga potensi kerusakan dapat diketahui lebih awal.

"Dengan perawatan normal yang konsisten, kendaraan diesel kita dapat menggunakan B50 dengan aman dan optimal," jelas Yannes.

Baca Juga: B50 Siap Edar ke Seluruh SPBU, Indonesia Stop Impor Solar Awal Juli 2026

Sementara itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan seluruh sektor telah siap melaksanakan kebijakan mandatori penggunaan biodiesel B50. Kebijakan tersebut diterapkan setelah melalui serangkaian uji coba pada berbagai jenis kendaraan dan peralatan.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, mengatakan implementasi B50 dilakukan secara serentak di berbagai sektor, mulai dari alat berat, kapal, kereta api, kendaraan pertambangan, ekskavator, hingga alat pertanian.

Hasil pengujian tersebut menjadi dasar kesiapan pemerintah untuk menerapkan penggunaan B50 secara nasional mulai Juli 2026. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS