Berapa Besaran UKT di UGM? Berikut Rincian Biayanya

Ahmad Sadar

Reporter

Rabu, 24 Februari 2021  /  12:01 am

Universitas Gadjah Mada. Foto: Repro Cnnd Indonesia

YOGYAKARTA, TELISIK.ID - Selain menentukan perguruan tinggi dan jurusan, para mahasiswa baru pastinya perlu memikirkan biaya kuliah yang harus dibayarkan.

Terlebih jika Anda masuk di Universitas Gadjah Mada, besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) di sana pun bervariasi, mulai dari program sarjana maupun program sarjana terapan.

Di kampus tersebut, UKT program Sarjana paling rendah ada di program studi (Prodi) Sejarah, Bahasa, dan Kebudayaan Korea yakni, sebesar Rp 8.000.000.

Sedangkan paling tinggi ada di Prodi Pendidikan Dokter dan Kedokteran Gigi yakni, sebesar Rp 26.000.000.

Sementara di program sarjana terapan atau diploma, UKT paling rendah sebesar Rp 12.000.000 dan paling tinggi sebesar Rp 14.000.000.

Baca juga: Pendaftaran SNMPTN 2021 Ditutup Besok, Baru 507.965 Siswa yang Finalisasi

Melansir laman UGM, Selasa (23/2/2021), berikut besaran kelompok UKT untuk Program Sarjana dan Sarjana Terapan lewat jalur SNMPTN, SBMPTN, dan Seleksi Mandiri TA 2021:

1. Kelompok UKT 0: Peserta Bidikmisi

2. Kelompok UKT 1: Penghasilan Rp 500.000.

3. Kelompok UKT 2: Penghasilan Rp 500.000 sampai Rp 2.000.000.

4. Kelompok UKT 3: Penghasilan Rp 2.000.000 sampai Rp 3.500.000.

5. Kelompok UKT 4: Penghasilan Rp 3.500.000 sampai Rp 5.000.000.

6. Kelompok UKT 5: Penghasilan Rp 5.000.000 sampai Rp 10.000.000

7. Kelompok UKT 6: Penghasilan Rp 10.000.000 sampai Rp 20.000.000.

8. Kelompok UKT 7: Penghasilan Rp 20.000.000 sampai Rp 30.000.000.

9. Kelompok UKT 8: Penghasilan lebih dari Rp 30.000.000.

Baca juga: Buat Calon Mahasiswa, Registrasi Akun LTMPT Ditutup Hari Ini

Selain itu, bagi kamu yang ingin masuk Universitas Gadjah Mada ( UGM), ada beberapa jalur pendaftaran yang bisa dipilih, seperti SNMPTN 2021, SBMPTN 2021, dan Seleksi Mandiri.

Tahun ini, UGM akan menerima 9.000 mahasiswa baru dari program sarjana maupun sarjana terapan.

"Jumlah itu akan diperoleh dari tiga program seleksi," ungkap Wakil Rektor Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Kemahasiswaan UGM, Djagal Wiseso Marseno seperti dkutip dari Kompas.com.

Kemudian tambah dia, proses seleksi mahasiswa baru di tahun ini dengan jalur SNMPTN, SBMPTN, dan seleksi mandiri.

"Tapi tahun ini, kita punya kebijakan baru daya tampung, untuk SNMPTN 25 persen, SBMPTN 35 persen, sedangkan seleksi mandiri 40 persen," kata dia.

Peserta SNMPTN lanjut dia, dapat melampirkan sertifikat prestasi atau portofolio yang menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan siswa yang diterima di UGM.

Prestasi ini, kata dia, tidak harus dalam bidang yang sama dengan program studi (Prodi) yang dipilih.

"Misalkan adik-adik memiliki prestasi olimpiade fisika tetapi mau masuk di kedokteran, akan tetap UGM pertimbangkan,” pungkas Djagal. (C)

Reporter: Ahmad Sadar

Editor: Fitrah Nugraha

TOPICS