Bos BGN Klaim Urgensi Pengadaan Motor 70 Ribu Motor Listrik untuk Kepala SPPG ke Medan Sulit, Begini Penjelasannya

Ahmad Jaelani

Reporter

Kamis, 09 April 2026  /  10:14 am

Kepala BGN Dadan Hindayana jelaskan urgensi pengadaan motor listrik untuk jangkau wilayah sulit. Foto: Repro Pikiran Rakyat

JAKARTA, TELISIK.ID - Perbincangan mengenai pengadaan motor listrik dalam program Makan Bergizi Gratis kembali mencuat setelah video viral memperlihatkan puluhan unit kendaraan berlogo BGN di media sosial.

Isu ini bermula dari unggahan video di platform TikTok yang menampilkan deretan sepeda motor listrik dengan narasi jumlahnya mencapai puluhan ribu unit untuk satu wilayah. Video tersebut memicu perhatian publik sekaligus memunculkan pertanyaan terkait tujuan, distribusi, serta penggunaan kendaraan dalam program pemerintah tersebut.

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, memberikan penjelasan mengenai latar belakang pengadaan kendaraan tersebut. Ia menyebutkan bahwa motor listrik dibutuhkan untuk menunjang operasional program Makan Bergizi Gratis, terutama dalam menjangkau wilayah dengan akses terbatas.

"Ya program ini kan menjangkau daerah-daerah yang nanti akan sangat sulit. Menjangkau desa-desa, daerah-daerah yang hanya bisa dengan motor. Itu untuk menunjang operasional," ujar Dadan di Istana, Jakarta, sebagaimana dikutip dari Kompas, Kamis (9/4/2026).

Menurutnya, kondisi geografis di sejumlah daerah membuat distribusi layanan pemenuhan gizi tidak bisa hanya mengandalkan kendaraan roda empat. Oleh karena itu, motor listrik dipilih sebagai solusi mobilitas yang dinilai lebih fleksibel untuk menjangkau lokasi terpencil, termasuk desa-desa dengan infrastruktur terbatas.

Baca Juga: Gaji Pegawai Dapur Tak Berubah Meski MBG Sudah Dipangkas 5 Hari, Begini Penjelasan Resmi BGN

Dadan juga menjelaskan bahwa kendaraan tersebut tidak secara eksklusif digunakan oleh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ia menyebutkan bahwa pegawai lain dalam unit tersebut juga dapat memanfaatkan motor listrik guna mendukung kegiatan operasional di lapangan.

"Untuk sementara kita cukupkan dulu sekian, karena ini kan anggaran 2025 ya, 2026 tidak ada perencanaan lagi untuk pembelian," imbuhnya.

Penegasan tersebut disampaikan untuk menjawab spekulasi yang berkembang terkait rencana pengadaan lanjutan pada tahun berikutnya. Ia memastikan bahwa tidak ada tambahan pembelian motor listrik dalam perencanaan anggaran 2026.

Sebelumnya, video yang diunggah akun TikTok @NOVIR007 menyebutkan adanya sekitar 70.000 unit motor listrik yang diperuntukkan bagi satu provinsi. Narasi dalam video tersebut menimbulkan pertanyaan publik mengenai jumlah dan distribusi kendaraan.

Baca Juga: BGN Resmi Tetapkan Aturan Baru SPPG Wajib Kelola Air Limbah Bekas MBG, Berikut Standar Barunya

"Ini saya spill ini semua motor ada 70.000 motor untuk wilayah provinsi Jawa Barat doang, nah kira-kira semua karyawannya atau cuma kepala dapur sppg doang? saya kurang paham, saya tidak berani menyebarkan berita hoaks, tapi yang jelas ini untuk provinsi Jawa Barat doang ya ada 70.000 unit motor," katanya.

Merespons hal tersebut, Dadan mengonfirmasi bahwa sepeda motor listrik yang beredar dalam video memang merupakan bagian dari fasilitas operasional Badan Gizi Nasional. Kendaraan tersebut disiapkan untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis, khususnya dalam kegiatan distribusi dan pelayanan di tingkat lapangan.

Program Makan Bergizi Gratis sendiri dirancang untuk menjangkau masyarakat secara luas, termasuk wilayah dengan akses yang sulit. Dalam konteks ini, kebutuhan kendaraan operasional menjadi bagian dari strategi pelaksanaan program agar distribusi layanan dapat berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS