Gaji Pegawai Dapur Tak Berubah Meski MBG Sudah Dipangkas 5 Hari, Begini Penjelasan Resmi BGN

Ahmad Jaelani, telisik indonesia
Sabtu, 04 April 2026
0 dilihat
Gaji Pegawai Dapur Tak Berubah Meski MBG Sudah Dipangkas 5 Hari, Begini Penjelasan Resmi BGN
Dadan Hindayana menegaskan gaji SPPG tetap meski penyaluran program MBG disesuaikan lima hari. Foto: Repro Solopos

" Penyesuaian hari penyaluran program Makan Bergizi Gratis tidak diikuti perubahan skema gaji bagi petugas lapangan "

JAKARTA, TELISIK.ID - Penyesuaian hari penyaluran program Makan Bergizi Gratis tidak diikuti perubahan skema gaji bagi petugas lapangan. Kebijakan ini ditegaskan langsung oleh Badan Gizi Nasional dalam penjelasan resmi yang disampaikan di Jakarta.

Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menyatakan bahwa penghasilan karyawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi tetap seperti sebelumnya meskipun ada perubahan hari distribusi program. Ia menyebut tidak ada penyesuaian nominal gaji dalam kebijakan terbaru tersebut.

“Tidak, tetap. Kan selama ini juga segitu,” kata Dadan di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Graha Mandiri, Menteng, Jakarta Pusat, seperti dikutip dari Kompas, Sabtu (4/4/2026).

Penegasan tersebut juga berlaku pada biaya per porsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis. Menurut Dadan, perubahan hanya terjadi pada jumlah hari penyaluran, bukan pada anggaran per sajian yang diberikan kepada penerima manfaat.

“Sama, enggak ada perubahan. Hanya hari saja,” ucap dia.

Baca Juga: Utang Baru MBG dan Kopdes Merah Putih 2026 Disuntik hingga Ratusan Triliun, Begini Penjelasannya

Sebelumnya, penyaluran program Makan Bergizi Gratis dirancang berlangsung enam hari dalam satu pekan, terutama untuk wilayah dengan kondisi tertentu. Namun dalam implementasinya, terdapat penyesuaian berdasarkan karakteristik daerah serta kebutuhan penerima manfaat di masing-masing wilayah.

Untuk daerah dengan kategori 3T-terdepan, terluar, dan tertinggal-serta wilayah dengan tingkat stunting tinggi, program tetap dijalankan enam hari dalam seminggu. Sementara itu, di wilayah lain, pelaksanaan mengikuti hari sekolah, yaitu lima hari dalam sepekan.

“Pemberian MBG di hari Sabtu untuk daerah dengan risiko stunting tinggi merupakan langkah strategis memastikan anak-anak menerima gizi yang cukup setiap hari,” ujar Dadan dalam keterangan tertulis yang diterima pada Minggu (28/3/2026).

Badan Gizi Nasional menekankan pentingnya akurasi data dalam menentukan wilayah prioritas penerima program. Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 dari Kementerian Kesehatan digunakan sebagai rujukan utama dalam menetapkan daerah sasaran, terutama di kawasan Indonesia timur.

Dalam pelaksanaannya, koordinasi dilakukan dengan dinas pendidikan dan dinas kesehatan setempat guna memastikan validitas data. Pendataan mencakup jumlah sekolah, jumlah peserta didik, serta tingkat stunting di setiap daerah yang menjadi target intervensi program.

Baca Juga: MBG Resmi Disalurkan 5 Hari Sekolah, Berikut Daerah Tak Terpengaruh

Wilayah Indonesia timur, Sumatera, dan Papua menjadi fokus karena masih mencatat prevalensi stunting relatif tinggi. Pemerintah berupaya memastikan program berjalan tepat sasaran melalui pemetaan yang rinci dan berkelanjutan.

“Integritas data sangat penting, karena program ini menyangkut kesehatan dan masa depan generasi muda. Kami tidak ingin ada anak yang tertinggal dari pemenuhan gizi,” kata Dadan.

Melalui kebijakan ini, Badan Gizi Nasional menargetkan pemenuhan kebutuhan gizi anak sekolah tetap berjalan sesuai rencana, meskipun terdapat penyesuaian teknis dalam distribusi harian program. (C)

Penulis: Ahmad Jaelani

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Baca Juga