Ceria Corp Sajikan UMKM Binaan hingga Smelter Merah Putih di Expo Harmoni HUT Sultra

Ana Pratiwi

Reporter

Minggu, 26 April 2026  /  6:36 pm

Event dan Media Coordinator PT Ceria Nugraha Indotama, Billyandri Herfiantara, menjelaskan program pemberdayaan masyarakat dan produk UMKM binaan kepada pengunjung di booth pameran HUT Sulawesi Tenggara. Foto: Ana Pratiwi/Telisik

KENDARI, TELISIK.ID - Ceria Corp memanfaatkan ajang Expo Harmoni Hari Ulang Tahun (HUT) Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk menampilkan hasil nyata program pemberdayaan masyarakat, mulai dari pengembangan UMKM hingga penyerapan tenaga kerja lokal berbasis kebutuhan industri.

Keikutsertaan Ceria Corp dalam pameran ini menjadi etalase capaian pembinaan yang telah berjalan sejak 2019 melalui social mapping di wilayah ring 1 dan ring 2 perusahaan.

Head of Corporate Communication Ceria Corp, Adriantito Salim Lamo, mengatakan pemetaan tersebut menjadi dasar perusahaan dalam merancang program yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat.

“Pemetaan ini kami lakukan untuk melihat potensi masyarakat, tidak hanya UMKM, tetapi juga pendidikan, kesehatan, sosial budaya, lingkungan, infrastruktur, hingga kondisi ekonomi,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Dari hasil pemetaan tersebut, sektor UMKM menjadi salah satu fokus utama. Ceria membina berbagai produk lokal seperti madu trigona, keripik pisang, gula aren, hingga mebel.

Baca Juga: Update Hiburan Kendari: Jadwal Film The Park XXI dan Cinepolis Lippo Plaza Hari Ini

Salah satu produk unggulan, madu trigona, menunjukkan peningkatan signifikan dari sisi produksi maupun kualitas.  

Produk-produk UMKM binaan ini tidak hanya dipasarkan ke masyarakat umum, tetapi juga diserap oleh perusahaan sebagai souvenir bagi tamu.

Selain itu, Ceria turut memperkuat kapasitas UMKM melalui pendampingan sertifikasi halal dan pangan industri rumah tangga (PIRT), serta peningkatankualitas kemasan dan branding agar lebih kompetitif.

Diharapkan UMKM binaan Ceria dapat semakin berkembang, baik dari segi variasi produk maupun perluasan area penjualan.

Di sektor ketenagakerjaan, Ceria Corp juga menunjukkan dampak nyata melalui program pelatihan operator dump truck di Kecamatan Wolo yang telah berlangsung selama lima bulan.

Sebanyak 18 peserta yang terdiri dari laki-laki dan perempuan telah mengikuti pelatihan tersebut dan sebagian di antaranya telah direkrut oleh perusahaan mitra. Bahkan, delapan orang kini telah menjalani masa orientasi sebagai driver.

“Pendekatan kami tidak berhenti pada pelatihan, tetapi memastikan ada peluang kerja yang setara bagi masyarakat lokal,” kata Adriantito.

Dalam pameran tersebut, Ceria Corp juga memperlihatkan capaian Smelter ‘Merah Putih’ sebagai simbol industri nikel nasional yang dikelola oleh anak bangsa.

Konsep ini tercermin dari penggunaan tenaga kerja lokal, dengan dukungan pembiayaan dari perbankan nasional seperti Bank Mandiri, Bank BJB, dan Bank Sulselbar serta pasokan listrik dari PLN.

Di sisi lingkungan, perusahaan menampilkan komitmennya melalui capaian peringkat Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) Hijau, setelah sebelumnya enam kali meraih PROPER Biru sejak 2018.

Produk feronikel yang dihasilkan Ceria Corp juga telah mengantongi Renewable Energy Certificate (REC) dari PLN yang diakui secara internasional melalui sistem APX, Inc. TIGRs (Tradable Instrument for Global Renewables), yang menunjukkan kategori rendah karbon atau green nickel.

Secara operasional, Ceria Corp telah memulai produksi perdana feronikel pada April 2025 dan melakukan ekspor perdana pada Juli 2025 yang kini berjalan secara rutin.

Di lokasi pameran, booth Ceria Corp yang berada di sebelah kanan panggung utama tampak ramai dikunjungi pengunjung.  

Baca Juga: Jadwal KM Sangiang Layani Rute Timur Indonesia Periode 26 April-5 Mei 2026

Antusiasme terlihat terutama dari kalangan mahasiswa teknik pertambangan yang ingin mengetahui lebih jauh proses produksi nikel, pengolahan di smelter, hingga program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan perusahaan.

Adriantito menambahkan, tingginya minat pengunjung menjadi indikasi bahwa program yang dijalankan perusahaan mendapat perhatian luas dari publik.

“Banyak yang bertanya soal program kami, rencana ke depan, serta kontribusi perusahaan terhadap masyarakat dan perekonomian daerah,” katanya.

Untuk meningkatkan interaksi, Ceria juga menyediakan souvenir dari produk UMKM binaan bagi pengunjung yang aktif berpartisipasi di booth mereka.

"Melalui ajang Expo Harmoni HUT Sultra ini, Ceria Corp tidak hanya menampilkan capaian industri, tetapi juga mempertegas perannya sebagai penggerak ekonomi lokal yang mendorong kemandirian masyarakat di sekitar wilayah operasional," tegas Adriantito. (D-Adv)  

Penulis: Ana Pratiwi

Editor: Mustaqim

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS