CNG Gantikan LPG 3 Kg, Bahlil Klaim Harga Lebih Murah dan Subsidi Negara Bisa Hemat Rp 30 Triliun
Reporter
Selasa, 07 Juli 2026 / 9:24 am
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menyebut CNG lebih murah dibanding LPG 3 kilogram dan menghemat subsidi negara. Foto: Repro Bloomberg Technoz
JAKARTA, TELISIK.ID - Pemerintah terus mematangkan rencana penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai pengganti LPG 3 kilogram untuk kebutuhan rumah tangga.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan bahan bakar tersebut diproyeksikan memiliki harga lebih murah dibandingkan LPG bersubsidi sekaligus berpotensi mengurangi beban subsidi energi negara.
Menurut Bahlil, penggunaan CNG dapat menjadi salah satu langkah efisiensi anggaran karena selisih harga yang diperkirakan mencapai 30 hingga 40 persen lebih rendah dibandingkan LPG. Dengan kondisi tersebut, pemerintah memperkirakan penghematan subsidi energi dapat mencapai Rp 27 triliun hingga Rp 30 triliun setiap tahun.
"Yang jelas harganya lebih murah 30%–40?ripada LPG. Kalau 30%–40% sekarang subsidi kita berapa? Rp86 triliun–Rp90 triliun. Kali rata-ratalah kalau katakanlah 25%, kali 30%, berarti kan Rp27 triliun–Rp30 triliun bisa kita lakukan efisiensi," kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, seperti dikutip dari DetikFinance, Selasa (7/7/2026).
Baca Juga: Penyesuaian Harga LPG 3 Kg hingga 12 Kg di Seluruh Indonesia April 2026, Berikut Rinciannya
Ia menjelaskan, anggaran yang berpotensi dihemat dari pengurangan subsidi tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program pembangunan pemerintah di sektor lainnya.
"Ini kan bisa kita bangun untuk yang lain-lain lagi gitu lho," lanjutnya.
Bahlil mengungkapkan, pemerintah hingga kini masih menjalankan uji coba tahap ketiga terhadap penggunaan CNG sebagai pengganti LPG 3 kilogram. Tahapan tersebut menjadi bagian penting sebelum pemerintah memutuskan penerapan CNG secara luas bagi masyarakat.
Menurutnya, fokus pengujian saat ini berada pada aspek keamanan penggunaan CNG untuk kebutuhan rumah tangga. Pemerintah sedang menyesuaikan tekanan gas yang berada pada kisaran 200 hingga 250 bar agar dapat digunakan secara aman seperti halnya tabung LPG 3 kilogram.
"Saya katakan beberapa kali, bahwa menyangkut dengan CNG itu dilakukan uji coba tahap ketiga. Kalau uji coba tahap ketiganya insyaallah berhasil, baru bisa kita implementasikan," ujarnya.
Bahlil mengatakan proses uji coba tersebut diperkirakan selesai pada Juli 2026. Setelah seluruh rangkaian pengujian rampung, pemerintah akan melakukan evaluasi sekaligus mengumumkan hasilnya sebagai dasar pengambilan keputusan mengenai implementasi CNG sebagai pengganti LPG 3 kilogram.
Ia belum memastikan apakah penggunaan CNG dapat mulai diterapkan pada Agustus 2026. Menurutnya, seluruh keputusan akan bergantung pada hasil uji coba yang sedang berlangsung.
Baca Juga: Respons Warga Kendari Pasca Larangan Jual Eceran LPG 3 Kg
Saat ditanya mengenai kemungkinan waktu implementasi, Bahlil hanya berharap proses pengujian dapat segera diselesaikan sehingga pemerintah memiliki dasar yang kuat sebelum menerapkan kebijakan tersebut kepada masyarakat.
"Ya, kita doakanlah lebih cepat lebih baik," tuturnya.
Rencana pemanfaatan CNG sebagai pengganti LPG 3 kilogram merupakan bagian dari upaya pemerintah meningkatkan efisiensi belanja subsidi energi.
Selain mempertimbangkan aspek penghematan anggaran, pemerintah juga menempatkan faktor keamanan, kesiapan teknologi, serta kelayakan penggunaan di tingkat rumah tangga sebagai syarat utama sebelum kebijakan tersebut diberlakukan secara nasional. (C)
Penulis: Ahmad Jaelani
Editor: Kardin
* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS