Cuaca Ekstrem, Petani Rumput Laut Terancam Gulung Tikar

Mutarfin

Reporter Buton Tengah

Senin, 19 April 2021  /  1:55 pm

Petani rumput laut di Buton Tengah. Foto: Mutarfin/Telisik

BUTON TENGAH, TELISIK. ID - Cuaca ekstrem yang melanda Sulawesi Tenggara, termasuk Buton Tengah saat ini, mengakibatkan banyaknya petani rumput laut mulai cemas karena terancam gulung tikar.

Hal itu diungkapkan oleh petani rumput laut, Muhama. Dia menjelaskan, saat cuaca ekstrem seperti ini, peluang bagi petani rumput laut untuk gulung tikar cukup besar.

"Permasalahannya kalau cuaca ekstrem begini patoknya tercabut, rumput lautnya rontok," ungkapnya Senin (19/4/2021).

Ia menambahkan, di saat cuaca ekstrem, gelombang cukup besar, yang kemudian menghantam rumput laut dan dampaknya rumput laut berjatuhan.

Baca juga: Jika Penuhi Syarat, PT Asmindo Boleh Gunakan Jalan Umum untuk Hauling

Cuaca ekstrem biasanya hanya terjadi setahun sekali. Apabila petani rumput laut bisa melalui fase ini, maka tingkat kerugian secara besar-besaran bisa terhindarkan.

Kata Muhama, dirinya sudah menekuni profesinya sebagai petani rumput laut kurang lebih 20 tahunan. Dan selama itu belum pernah ada bantuan dari pihak pemerintah daerah dari segi bibit untuk masyarakat.

"Kalau untuk disini belum ada bantuan, tidak tahu di tempat lain. Kami membeli bibit sendiri atau memungut rumput laut yang berjatuhan dan dijadikan bibit kembali," imbuhnya.

Untuk diketahui saat ini harga jual rumput laut di wilayah Buton Tengah berkisar di antara Rp 15.000/kilogram. Ketika harga tinggi, bisa mencapai  Rp 21.000/kilogram dan harga terendah Rp 3.000/kilogram. (B)

Reporter: Mutarfin

Editor: Haerani Hambali

TOPICS