Densus 88 Tangkap Karyawan BUMN, Simpan Bendera ISIS dan 18 Senjata Api Mematikan

Ibnu Sina Ali Hakim

Reporter

Selasa, 15 Agustus 2023  /  3:34 pm

Densus 88 Antiteror Polri membeberkan peran tersangka terorisme berinisil DE (28) yang ditangkap di Bekasi, Jawa Barat. Foto: Viva.co.id

JAKARTA, TELISIK.ID - Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri, membeberkan peran tersangka terorisme berinisial DE (28) yang ditangkap di Bekasi, Jawa Barat.

Juru Bicara Densus 88, Kombes Aswin Siregar menjelaskan, pelaku yang merupakan karyawan BUMN tersebut terbukti terafiliasi dengan kelompok teror ISIS. Selama menjadi simpatisan ISIS, DE aktif melakukan propaganda di media sosial.

"Aktif melakukan propaganda di media sosial dengan memberikan motivasi untuk jihad melalui media sosial Facebook," ujarnya dilansir dari CNNIndonesia.com.

Baca Juga: Erick Thohir Pastikan Piala Dunia U-17 Digelar di JIS

Densus 88 juga mengamankan sejumlah barang bukti keterlibatan DE sebagai terduga teroris. Personel Densus 88 bersenjata lengkap berjaga di depan pagar dan sebagian lainnya melakukan penggeledahan.

Sesekali, polisi membuka pagar. Terlihat sejumlah senjata api rakitan dan amunisi dijejerkan di teras rumah karyawan salah satu badan usaha milik negara (BUMN) itu.

Bukan hanya itu, bendera ISIS yang didominasi berwarna hitam dengan tulisan berbahasa Arab itu juga diamankan.

Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto saat datang ke lokasi menyebutkan, ada sekitar 18 senjata api berbagai jenis yang ditemukan di rumah terduga teroris di Bekasi.

"Masih dihitung, 18 itu campuran ada yang air gun yang dimodifikasi jadi senjata api, ada juga pabrikan," kata Karyoto.

Baca Juga: Sekolah Internasional Jakarta Diduga Miliki Toilet Gender Netral, Dukung LGBT?

Selain itu, juga terdapat peluru dengan jumlah yang banyak dan bendera ISIS di rumah terduga teroris itu.

"Bendera, kalau tadi saya lihat bendera ISIS," ujarnya dilansir dari Kompas.com.

Menurut Karyoto, senjata api dan peluru-peluru yang ditemukan di rumah DE itu bisa sangat mematikan.

"Kalau bisa mengenai pas di daerah tertentu, sangat bisa mematikan," kata dia. (C)

Penulis: Ibnu Sina Ali Hakim

Editor: Kardin 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS