Dinas Kesehatan Imbau Masyarakat Teliti Membeli Takjil

Laode Pialo

Reporter Muna Barat

Sabtu, 24 April 2021  /  12:26 am

Baca Juga: Aneka Takjil di Pinggir Jalan Jadi Menu Buka Puasa Warga Reok

MUNA BARAT, TELISIK.ID - Kepala Dinas Kesehatan Muna Barat (Mubar), LM Ishar Masiala mengakui, datangnya bulan Ramadan membawa berkah tersendiri bagi para pedagang takjil.

Di bulan suci Ramadan banyak masyarakat, terutama ibu rumah tangga yang memanfaatkan keahlian dapurnya untuk meraup pundi-pundi rupiah dengan berjualan Takjil di pinggir jalan.

Kendati demikian, LM Ishar Masiala berharap, kegiatan tersebut dapat meningkatkan kualitas takjil atau penganan yang dijajakan para pedagang.

“Hal yang perlu diperhatikan oleh pedagang adalah kebersihan, peralatan, air, bahan makanan, dan bahan tambahan pangan, penyajian dan alat pewadahan. Upayakan yang bersih, tertutup, dan bergizi," ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (23/4/2021).

Lebih lanjut, ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar teliti dalam memilih makanan saat menjelang berbuka puasa.

Dimana, ia menyarankan masyarakat agar membeli makanan yang higienis dengan memperhatikan kebersihan pengolahan makanan maupun tempat jajanan.

"Pastikan makanan tidak terkontaminasi dengan lalat dan serangga lainnya, yang dapat mengakibatkan penyakit diare dan sebagainya. Pilih buah yang tidak menagandung bahan pengawet dan buka puasa dengan makanan yang manis-manis," terangnya.

Kendati demikian, saat ini pihaknya belum menerima aduan atau informasi terkait dengan korban yang mengkonsumsi jajanan takjil.

Namun pihaknya memiliki kewajiban untuk memastikan dan menjaga kesehatan masyarakat dengan  mengimbau agar tidak salah pilih membeli takjil. Apa lagi kata dia, saat ini cuaca di Mubar tidak menentu, sehingga masyarakat rentan terkena penyakit.

"Lebih bagus makanan itu hasil olahan sendiri. Selain halal dan bergizi makanan yang dikonsumsi dipastikan tidak terkontaminasi dengan zat yang berbahaya," ujarnya.

Baca Juga: Aneka Takjil di Pinggir Jalan Jadi Menu Buka Puasa Warga Reok

Ia menjelaskan, ciri-ciri makanan dan minuman yang berbahaya yaitu warna yang mulai pudar, dan produk mengeluarkan cairan hingga menyebabkan perubahan pada bentuk fisik aslinya.

Kemudian makanan dan minuman berbahaya untuk berbuka puasa bisa dikenali dari warna, bau, dan bentuk fisiknya.

"Maka kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati membeli makanan dan minuman berbuka puasa, terutama untuk warna mencolok karena biasanya mengandung zat pewarna," ujarnya.

Dinkes juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap penyakit yang sering kali muncul saat musim pancaroba, salah satunya diare.

Olehnya itu, pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dapat dimulai dengan pola sederhana, seperti menjaga makanan baik dari segi kebersihan makanan maupun jenis makanan yang dikonsumsi.

"Di musim yang tidak mementu diimbau masyarakat agar di bulan Ramadan ini disamping tetap menjaga protokol kesehatan, juga menjaga kebersihan lingkungan karena nyamuk aedes aegypti dapat berkembang biak pada genangan air di sekeliling kita yang dapat mengakibatkan penyakit DBD. Tetap menerapkan pola memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan," pungkasnya. (B)

Reporter: Laode Pialo

Editor: Fitrah Nugraha

TOPICS