Bank Sultra Bukukan Laba Bersih Rp 419,6 Miliar pada 2025, Digitalisasi dan Kredit Produktif jadi Penopang

Ana Pratiwi, telisik indonesia
Senin, 16 Maret 2026
0 dilihat
Bank Sultra Bukukan Laba Bersih Rp 419,6 Miliar pada 2025, Digitalisasi dan Kredit Produktif jadi Penopang
Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar menyampaikan paparan kinerja perusahaan saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara di Kendari. Foto: Website Bank Sultra

" PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara (Bank Sultra) mencatatkan kinerja keuangan yang positif sepanjang tahun buku 2025 "

KENDARI, TELISIK.ID - PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tenggara (Bank Sultra) mencatatkan kinerja keuangan yang positif sepanjang tahun buku 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar Rp 419,6 miliar.

Capaian ini meningkat dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp 418,4 miliar, sekaligus menegaskan tren pertumbuhan bank daerah tersebut di tengah dinamika ekonomi nasional.

Secara akumulatif sejak 2020, laba bersih Bank Sultra tercatat melonjak hingga 61,38 persen.

Pertumbuhan kinerja itu juga tercermin dari total aset yang mencapai Rp 14.814 miliar per 31 Desember 2025, atau tumbuh 5,03 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Ekspansi kredit menjadi salah satu pendorong utama kinerja tersebut. Hingga akhir 2025, penyaluran kredit Bank Sultra tercatat sebesar Rp 9.581 miliar, meningkat 3,25 persen dibandingkan tahun 2024.

Gubernur Sulawesi Tenggara sekaligus Pemegang Saham Pengendali Bank Sultra, Andi Sumangerukka, mengapresiasi capaian tersebut.

Ia menegaskan, Bank Sultra harus menjadi motor penggerak pembangunan daerah.

“Bank Sultra harus menjadi solusi daerah dan mitra utama bagi Bupati dan Wali Kota dalam membiayai proyek strategis daerah serta memberdayakan UMKM di wilayah masing-masing,” ujar Andi Sumangerukka.

Baca Juga: Bank Sultra Gandeng Dukcapil Verifikasi Data Nasabah Terintegrasi NIK

Ia juga menekankan pentingnya sinergi Kelompok Usaha Bank (KUB) dengan Bank Jatim untuk memperkuat permodalan dan meningkatkan daya saing Bank Sultra agar setara dengan bank nasional.

Direktur Utama Bank Sultra, Andri Permana Diputra Abubakar, menjelaskan bahwa penguatan sektor produktif menjadi fokus utama perusahaan sepanjang 2025. Hal ini terlihat dari pertumbuhan Kredit Modal Kerja sebesar 23,50 persen serta Kredit Investasi yang meningkat 37,16 persen.

Menurutnya, pertumbuhan tersebut turut didukung oleh penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada pelaku UMKM serta optimalisasi KUR Alsintan guna mendukung ketahanan pangan daerah.

Di sisi lain, kualitas kredit Bank Sultra tetap terjaga. Rasio Non-Performing Loan (NPL) Gross tercatat sebesar 0,89 persen, jauh di bawah ambang batas yang ditetapkan regulator sebesar lima persen.

“Pencapaian ini membuktikan efektivitas sistem manajemen risiko dan proses penagihan yang proaktif di seluruh unit kerja kami,” kata Andri.

Selain kinerja keuangan, tahun 2025 juga menjadi momentum percepatan transformasi digital Bank Sultra.

Jumlah pengguna layanan Bank Sultra Mobile meningkat 28,02 persen, sementara frekuensi transaksi menggunakan QRIS melonjak hingga 1.371,73 persen.

Gubernur Sulawesi Tenggara juga mendorong direksi untuk terus memperluas inovasi layanan digital agar masyarakat di wilayah pelosok dapat merasakan kemudahan transaksi yang sama dengan di perkotaan.

Ia juga menekankan pentingnya elektronifikasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) melalui digitalisasi sistem pembayaran untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.

Sebagai kontribusi terhadap pembangunan daerah, Bank Sultra akan menyalurkan dividen sebesar 75 persen dari laba bersih tahun buku 2025 kepada pemerintah daerah pemegang saham. Dana tersebut akan masuk ke kas daerah guna memperkuat struktur APBD.

Baca Juga: Grand Opening Ramadan Sultra Fest 2026, Bank Sultra Luncurkan ANOAlink

Selain itu, Bank Sultra juga berkomitmen menyalurkan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) di berbagai sektor, mulai dari pendidikan, keagamaan, kesehatan hingga bantuan rumah tidak layak huni bagi masyarakat.

Memasuki tahun 2026, Bank Sultra menargetkan total aset tumbuh menjadi Rp 14,93 triliun. Sejumlah inovasi layanan digital juga disiapkan, termasuk peluncuran Internet Banking, fitur cardless withdrawal, serta pengembangan produk pembiayaan ramah lingkungan atau green financing.

“Terima kasih kepada seluruh pemegang saham, nasabah, dan pemangku kepentingan atas kepercayaan yang diberikan sehingga Bank Sultra tetap menjadi mitra terpercaya dalam memajukan perekonomian daerah,” tutup Andri. (Adv)

Penulis: Ana Pratiwi

Editor: Kardin

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Artikel Terkait
Baca Juga