Enam Desa di Kalteng Dilanda Banjir, 365 Rumah Terendam

Marwan Azis

Reporter Jakarta

Minggu, 18 Juli 2021  /  3:29 pm

Pemukiman warga yang terendam banjir di salah satu desa di Kecamatan Antang Kalang, Kabupaten Kotawatingin Timur, Kalteng. Foto: Ist.

ANTANG KALANG, TELISIK.ID - Banjir yang melanda enam Desa di Kecamatan Antang Kalang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), berangsur surut.

Hujan dengan intensitas tinggi sejak Rabu (14/7/2021), dilaporkan menjadi pemicu terjadinya banjir.

Adapun enam desa yang terdampak adalah Desa Maya, Desa Puring, Desa Ramei, Desa Ngahan, Desa Kuluk Talawang, dan Desa Tumbang Kalang.

Hal tersebut disampaikan Abdul Muhari, Ph.D. Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Minggu (18/7/2021).

Ia mengungkapkan, berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur, sebanyak 365 KK terdampak. Banjir juga menyebabkan 365 rumah warga terendam.

Baca juga: Nelayan yang Tenggelam Saat Melaut Ditemukan Meninggal

Baca juga: Seorang Ibu Rumah Tangga di Bombana Meninggal Terpapar COVID-19

"Menurut laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB per Minggu (18/7/2021) sebagian wilayah masih terendam banjir dengan Tinggi Mata Air (TMA) 70 sentimeter," ujarnya.

BPBD Kabupaten Kotawaringin juga melaporkan, pihaknya telah mendistribusikan bantuan logistik kepada warga terdampak banjir.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini adanya potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah Kalimantan Tengah mulai hari ini hingga Selasa (20/7/2021) mendatang.

Dengan adanya peringatan dini tersebut, BNPB mengimbau kepada pemerintah daerah untuk selalu waspada dan siaga sebagai langkah mitigasi, pengurangan risiko dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat.

Muhari mengimbau agar masyarakat dapat memantau perkembangan prakiraan cuaca secara mandiri melalui laman resmi BMKG dan melihat wilayah kajian risiko bencana melalui inaRisk BNPB. (C)

Reporter: Marwan Azis

Editor: Fitrah Nugraha