Erick Thohir Respon Kemarahan Risma Soal Bansos Tak Cair di Bank BUMN

M Risman Amin Boti

Reporter Jakarta

Minggu, 05 September 2021  /  11:17 am

Menteri Sosial Tri Rismaharini (kiri) dan Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir (kanan). Foto: Repro Google.com

JAKARTA, TELISIK.ID – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) RI, Erick Thohir merespon kemarahan Menteri Sosial Tri Rismaharini, saat mendapati masalah bantuan sosial (bansos) untuk masa pandemi COVID-19 di berbagai daerah.

Pasalnya, ia menemukan ada pemblokiran ribuan rekening penerima, membuat penyaluran bansos mandek. Bank-bank penyalur ini adalah yang tergabung dalam Himbara (Himpunan Bank-bank Negara) alias Bank BUMN.

Menanggapi hal itu, Erick menegaskan, pihak bank tentu tidak ada keinginan menghambat penyaluran bansos.

“Saya yakinkan dengan segala kerendahan hati, pasti Himbara sebagai bagian dari pemerintah tidak bermaksud menghambat atau melakukan (pemblokiran)," ujar Erick kepada awak media disela-sela kunjungan kerja di Depok, Jawa Barat, Sabtu (4/9/2021).

Bahkan menurut Erick, Himbara memberikan kemudahan bagi UMKM dan korporasi dalam melakukan restrukturisasi kredit hingga penyaluran pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) selama pandemi COVID-19.

Hingga saat ini kara Erick, bank-bank BUMN sudah melakukan restrukturisasi kredit UMKM dan korporasi hingga Rp 470 triliun.

Baca juga: Gegara Incar Kursi Pj Kades, KPK Tahan 17 ASN

"Karena itu, enggak mungkin dalam situasi COVID-19 ini, kita enggak bangun ekonomi di bawah, supaya yang besar jangan makin besar dan yang kecil jangan makin kecil. Mesti ada keseimbangan dan Himbara lakukan itu," kata Erick.

Oleh sebab itu, Erick mengatakan, memang perlu sinkronisasi sistem.

"Sistem di pemerintahan pusat, di pemerintah daerah atau di Himbara itu kan perlu disinkronkan," ujarnya.

Lebih lanjut, tambah Erick, pemerintah bersama DPR sedang mendengarkan juga masukan dari berbagai golongan masyarakat mengenai proteksi data pribadi.

"Karena itu kan proteksi data pribadi harus dilindungi tetapi jangan juga ini menyetop program satu data," katanya

Program satu data ini sangat penting untuk menjaga program pemerintah subsidi tidak salah sasaran. Salah satu contohnya dari mulai restrukturisasi kredit UMKM hingga penyaluran pupuk ke daerah.

Baca juga: Vaksin Tahap ke-49 dari Belanda, Menkominfo: Jangan Khawatir Akses PeduliLindungi

"DPR sudah bicara bagaimana pupuk bisa langsung ke rakyat. Nah hal-hal ini memang perlu waktu, dan saya rasa harus terus dilanjutkan. Tetapi sinkronisasi kita itu hal yang maklum. Kita melihat ini hal yang positif, ini era yang transparan. Kita harus saling koreksi, kita menjadi bagian itu," jelas Erick.

Kendati demikian, mantan Presiden klub sepak bola Inter Milan ini akan memastikan segera mengecek langsung ke bank-bank BUMN terkait masalah penyaluran bansos tersebut.

"Nah tentu bila di situ ada kekurangan di sana sini, saya akan cek langsung permasalahannya apa," janji Erick.

Sebelumnya, di media sosial, viral video yang menunjukkan kemarahan Mensos Risma kepada pejabat salah satu bank BUMN, di antaranya di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Mantan Wali Kota Surabaya itu, dalam video menunjukkan luapan emosi kepada pejabat bank BUMN karena masih terdapat ribuan rekening masyarakat yang belum menerima bansos Program Keluarga Harapan (PKH).

"Banyak sekali, ini nggak jalan ini yakin aku, kalau jalan nggak mungkin segitu, nggak jalan, sudahlah percaya omonganku. Ayo taruhan ini, ayo taruhan Rp 100 ribu. Nggak jalan ini, masak 3 ribu sama 5 ribu (yang belum tersalur), kalau jalan nggak mungkin sebesar itu, makanya aku turun ke sini," kata Risma, Sabtu (28/8/2021) lalu. (C)

Reporter: M. Risman Amin Boti

Editor: Haerani Hambali