Fakultas Peternakan UHO Inisiasi Pengembangan Ternak Kambing melalui Program Bina Desa

Nur Khumairah Sholeha Hasan

reporter

Jumat, 06 Januari 2023  /  9:39 pm

Demplot penanaman hijauan pakan ternak yang diilakukan oleh tim program bina desa Fakultas Peternakan UHO bersama peternak. Foto: Ist.

KENDARI, TELISIK.ID - Kapasitas produksi ternak kambing di Kota Kendari belum mencukupi kebutuhan masyarakat dalam berbagai keperluan, seperti acara aqikah, hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha atau untuk memenuhi permintaan warung sate, restoran dan lain-lain.

Kekurangan stok kambing di Kota Kendari selama ini mendapat suplai dari berbagai daerah. Mengingat jumlah populasi ternak kambing yang masih sangat minim, maka usaha ternak kambing di Kota Kendari masih memiliki peluang yang cukup besar.

Melihat hal tersebut, Fakultas Peternakan (FPt) Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari menginisiasi pengembangan peternakan di Kelurahan Anggoeya Kecamatan Poasia Kota Kendari melalui program bina desa/kelurahan sebagai bentuk implementasi pengabdian kepada masyarakat (PkM).

Koordinator tim teknis program bina desa FPt UHO, Dr. Muh Rusdin, S.Pt, M.Si mengatakan, kondisi wilayah di Kelurahan Anggoeya sangat mendukung untuk pengembangan peternakan kambing.

Baca Juga: Berhenti Mendadak Sopir Angkot Resahkan Pengguna Jalan

“Hasil pemantauan lapangan, menunjukan usaha ternak kambing merupakan mata pencaharian alternatif yang sangat menunjang perekonomian masyarakat setempat,” tuturnya, Jumat (6/1/2022).

Foto bersama setelah kegiatan sosialisasi program dan FGD yang dilakukan oleh tim program bina desa Fakultas Peternakan, UHO. Foto: Ist.

 

Namun, satu hal yang menjadi kendala bagi peternak dalam usaha ternak kambing, sulitnya penyediaan pakan terutama di musim kemarau. Masalah pakan ini merupakan hal krusial dalam usaha peternakan karena sekitar 75% biaya produksi dialokasikan untuk pakan.

Dekan FPt UHO, Dr. Ir. Ali Bain, M.Si berharap, program itu dapat menginisiasi pengembangan peternakan kambing di Kota Kendari. Selain itu, program itu juga dapat ditindaklanjuti melalui kerjasama antar pihak terkait.

Kerjasama tersebut dapat diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman (Momerandum of Understanding/MoU) di bidang pengabdian kepada masyarakat antara pihak FPt UHO dan Pemerintah Kota Kendari melalui dinas terkait.

Program bina desa/kelurahan ini diawali dengan sosialisasi program dan Focus Group Discussion (FGD) yang berlangsung pada 14 Desember 2022 lalu di Kantor Lurah Anggoeya, dengan melibatkan berbagai pihak seperti tokoh masyarakat, pihak kelurahan dan kelompok tani ternak.

Pihak Kelurahan Anggoeya yang diwakili oleh Sugiharti Masri, menyambut baik terkait pengembangan peternakan kambing di wilayahnya. Ia berharap agar program itu mendapat dukungan kebijakan Pemerintah Kota Kendari ke depannya.

Kegiatan ini juga diikuti beberapa mahasiswa FPt UHO tingkat akhir sekaligus melakukan pra survei untuk rencana penelitian/tugas akhir mereka. Dalam forum sosialisasi program dan FGD Prof. Dr. Ir. H. La Ode Nafiu, M. Si, I.P.U sebagai anggota tim pengabdian ini mengatakan, keberhasilan program tersebut sangat tergantung dari komitmen bersama.

"Semua pemangku kepentingan perlu melakukan langkah-langkah nyata penguatan kapasitas SDM peternak sebagai ujung tombak pengembangan peternakan. Oleh karena itu perlu ada kesepakatan bersama untuk ditindak lanjuti di tingkat peternak,” bebernya.

Tim pengabdian FPt UHO lainnya yang ikut terlibat di antaranya Prof. Dr. Ir. H. Harapin Hafid, M.Si, IPU, ASEAN Eng, Dr. Ir. La Ode Arsad Sani, S.Pt, M. Sc, I.P.M, Dr. Deki Zulkarnain, Achmad Selamet Aku, S.Pt, M.Si, dan drh. Putu Nara Kusuma Prasanjaya, M.Kes.

Pelaksanaan sosialisasi program dan FGD dimoderatori oleh Prof. Dr. Ir. Muhammad Amrullah Pagala, S.Pt, M.Si, I.P.M.

Prof. Dr. Ir. Muhammad Amrullah Pagala, S.Pt, M.Si, I.P.M menyampaikan poin-poin yang disepakati sebagai tindak-lanjut dari hasil sosialisasi program dan FGD, yaitu perlu adanya kegiatan demonstrasi plot (demplot) pengembangan peternakan kambing dengan melibatkan kelompok tani ternak di Kelurahan Anggoeya Kecamatan Poasia.

Selanjutnya tim PkM FPt UHO melakukan kegiatan demplot bersama Kelompok Tani Ternak Panca Jaya. Dr. La Malesi, S.Pt, M.Si yang merupakan ahli pakan ternak dan agrostologi FPt UHO menyampaikan, kegiatan demplot difokuskan pada penanaman hijauan makanan ternak (HMT), pengolahan pakan fermentasi (silase) dan pembuatan pupuk kompos dengan menggunakan kotoran (feces) kambing, sesuai dengan permasalahan peternak kambing di lapangan.

Demplot penanaman HMT menggunakan rumput odot sebagai salah satu varietas rumput gajah (Pennisetum purpureum) yang adaptif dan mempunyai potensi sangat tinggi sebagai pakan ternak kambing.

Baca Juga: Mobil Datsun Silver Terjun ke Empang Depan RSUD Kota Kendari

Setelah melakukan penanaman HMT, langkah selanjutnya yang dilakukan tim Pengabdian FPt UHO bersama Kelompok Tani Ternak Panca Jaya adalah melakukan pengolahan pakan ternak melalui pembuatan pakan fermentasi (silase). Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan silase adalah bonggol pisang, jerami, rumput lapangan dan tanaman lain.

Tahap akhir dari proses demplot pengolahan pakan adalah cara pemberian pakan yang efisien pada ternak, serta cara penggemukan kambing dengan pemberian pakan penguat (konsentrat) pada sistem pemeliharaan intensif.

Dari kegiatan tersebut, peternak terlihat sangat antusias belajar cara membuat dan menggunakan pakan penguat (konsentrat) untuk ternak kambing.

Ketua peternak, La Asmani, berterima kasih kepada tim PkM dari Fakultas Peternakan UHO. Melalui kegiatan itu nantinya peternak juga bisa belajar banyak untuk bagaimana usaha peternakan kambing yang digeluti dapat berkembang dan memberikan kontribusi dalam meningkatkan pendapatan dari hasil menjual ternak kambing. (A-Adv)

Penulis: Nur Khumairah Sholeha Hasan

Editor: Kardin 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS